Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Lini Tengah PSM Makassar Kuat, Lini Depan dan Belakang Harus Dibenahi

PSM Makassar ditahan imbang 2-2 Persela Lamongan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Senin (14/3/2022).

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
Youtobe Tribun Timur
Bincang Bola Virtual Tribun Timur, jurnalis Tribun Timur, Alfian Taufik (kiri), Menteri Multimedia Media Red Gank, Ibra (tengah) dan Deputi Kominfokom The Macz Man, Ibnu (kanan) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSM Makassar ditahan imbang 2-2 Persela Lamongan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Senin (14/3/2022).

Padahal Pelatih PSM, Joop Gall menurunkan skuat yang sama ketika menang 2-1 atas PSIS Semarang di pekan ke-29 Liga 1.

Hilmansyah di bawah mistar gawang. Duet Ganjar Mukti dan Erwin Gutawa di palang pintu pertahanan. 

Baca juga: PSSI Denda PSM Makassar Rp75 Juta, Ini Pelanggarannya

Baca juga: PSM Makassar Masih Zona Merah, Pelatih Joop Gall: Peluang Terdegradasi Kecil

Dalle Doke dan Yance Sayuri di sisi kiri dan kanan pertahanan.

Lapangan tengah kembali diisi empat gelandang. Manda Cingi, M Arfan, Rasyid Bakri serta Pluim.

 Hanya  lini depan yang berbeda. Beberapa pertandingan terakhir, Yakob Sayuri dan Golgol Mebrahtu menjadi duet lini serang.

Namun saat melawan Persela, Ferdinand Sinaga menjadi tandem dari Yakob Sayuri.

Pasalnya, Golgol Mebrahtu masih cedera.

Menteri Kominfokom The Macz Man, Ibnu menyebut, starting line up yang diturunkan Joop Gall sudah lumayan bagus.

Kehadiran Rasyid Bakri yang bermain lebih melebar membuat perubahan.

"Lini tengah sangat kuat. Beberapa kali memenangkan bola," katanya dalam Bincang Bola Virtual Tribun Timur dengan tema Review PSM vs Persela, Selasa (15/3/2022).

Cuma lini belakang dan lini depan masih perlu diperbaiki.

Lini belakang, bek PSM kalah duel bola udara dari Persela.

Penyebabnya, postur tinggi badan bek PSM lebih pendek dari lawan.

Sedangkan lini depan, Ferdinand Sinaga kurang maksimal. Ia beberapa kali terjatuh.

Sementara Menteri Multimedia Red Gank, Ibra berkata, walau Ferdinand Sinaga tak cetak gol, tapi kehadirannya meningkatkan motivasi pemain.

"Ferdinand memang tidak cetak gol. Namun kehadirannya di lapangan bisa membangkitkan motivasi bermain rekan setimnya," katanya.

Untuk lini belakang, sambungnya, telah tampil spartan. Bertarung layaknya Juku Eja.

Soal postur tinggi badan stopper PSM memang tak bisa dipungkiri lebih pendek dari pemain Persela. 

PSM memiliki stopper asing, Adam Mitter, akan tetapi performa yang dinilai kurang sehingga tidak jadi pilihan.

Untuk atasi PSM kalah bola udara, Ibra meminta untuk mengurangi pelanggaran di area pertahanan.

Ditambah lagi, cepat menutup ruang tembak.

Sehingga tidak terjadi tendangan sudut yang bisa dimanfaatkan cetak gol lewat bola udara.

Terakhir, pergantian pemain harus dilakukan tepat waktu. Jika fisik pemain menurun diganti cepat.

"Pergantian pemain tepat waktu. Pemain pelapis harus cepat disiapkan," ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved