Ditolak Saat Mau Beli Solar Lebihi Ketentuan, Bapak dan Anak Pukul Pegawai SPBU di Wajo

Para pelaku melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong, sehingga korban mengalami luka bengkak di bagian wajahnya.

TRIBUNWAJO.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Tangkapan layar rekaman CCTV detik-detik penganiayaan pegawai SPBU Empagae, di Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo. 

TRIBUNWAJO.COM, TANASITOLO - Kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar memicu penganiayaan di SPBU Empagae, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.

Bapak dan anak, yang hendak membeli solar melebih ketentuan menganiaya pegawai SPBU Empagae.

Pelaku masing-masing berinisial BD (50) dan RN (26), yang berstatus bapak dan anak, serta korbannya yakni RM (29), pegawai SPBU Empagae.

"Benar telah terjadi penganiyaan secara bersama-sama, bapak dan anak terhadap pegawai SPBU," kata Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah.

Awal peristiwa itu dimulai ketika RN hendak membeli solar melebihi ketentuan tapi petugas SPBU menolak melayani pembelian yang berlebihan.

"Diawali dengan tersangka yang membeli Solar melebihi dari ketentuan, petugas SPBU tersebut menolak untuk melayani pembelian solar tersebut. Karena tidak terima korban langsung melakukan pemukulan terhadap petugas SPBU," katanya.

Para pelaku melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong, sehingga korban mengalami luka bengkak di bagian wajahnya.

Islam menyebutkan, kejadian itu terjadi pada Kamis (10/3/2022) malam lalu.

Namun, pasca kejadian tersebut polisi hanya mengamankan RN seorang diri.

Barulah ketika kasus tersebut dikembangkan, dan penyidik kepolisian membuka kamera pengintai atau CCTV di SPBU Empagae, terungkap bahwa penganiayaan itu dilakukan secara bersama-sama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved