Daftar Harga Terbaru Kebutuhan Pokok di Sinjai, Gula, Terigu, Cabe Rawit dan Bawang Merah Naik
" Ini terjadi hukum pasar kalau banyak barang murah dan jika kurang barang mahal," kata Kepala Dinas Perdagangan Sinjai, Muh Saleh.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Waode Nurmin
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Sejumlah bahan kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan harga sejak, Jumat (11/3/2022).
Kebutuhan pokok tersebut seperti gula pasir lokal, terigu, bawang merah, cabai rawit.
Gula pasir lokal semula seharga Rp 11 ribu per liter menjadi 12 ribu per liter.
Terigu 9-10 ribu per liter merek mila.
Cabe keriting Rp 30 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
Cabe rawit Rp40 ribu per kilogram menjadi 50 ribu per kilogram.
Harga ini dipengaruhi beberapa faktor termasuk karena banyaknya permintaan.
" Ini terjadi hukum pasar kalau banyak barang murah dan jika kurang barang mahal," kata Kepala Dinas Perdagangan Sinjai, Muh Saleh.
Sementara seorang pedagang sayur mayur di Pasar Sentral Sinjai bernama Rasyid mengungkapkan bahwa naiknya harga cabe rawit dan bawang merah karena pasokan dari distributor petani asal Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng yang kurang.
Sehingga saat ini hanya mengandalkan pasokan dari petani lokal di Sinjai.
Cabai di Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto ini sedang dikirim ke luar provinsi Sulawesi Selatan.
Selain bahan kebutuhan pokok tersebut juga Harga Minyak Goreng terus naik dan belum turun harganya.
Saat ini minyak goreng merek bimoli isi 1000 ml Rp 25 ribu, bimoli ukuran 5 liter Rp 120 ribu, Filma ukuran 2 liter Rp 45 ribu, minyak curah Rp 12 ribu per liter.
Selain naik, juga makin langka didapatkan di pasaran.
" Meski mahal tetap kita beli karena sudah menjadi kebutuhan," jelas Irawati seorang warga Sinjai.
Ia sendiri terpaksa membeli minyak goreng yang mahal karena akan melakukan hajatan pesta pernikahan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/harga-cabe-rawit-di-pasar-makale-tana-toraja-naik-rp-60-ribu-per-kilo.jpg)