Talkshow BSI Property
KH Muammar Bakry: Pemahaman Literasi Keuangan Syariah Masyarakat Sulsel Masih Rendah
ekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, KH Muammar Bakry menyebut pemahaman literasi keuangan syariah masyarakat Sulsel masih rendah.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, KH Muammar Bakry menyebut pemahaman literasi keuangan syariah masyarakat Sulsel masih rendah.
Hal itu disampaikan dalam acara Talkshow BSI Property & Auto Expo Syariah dengan tema Literasi Keuangan Syariah, Jumat (11/3/2022).
Acara ini berlangsung di Mal Ratu Indah (MaRi) dan disiarkan secara langsung melalui YouTube dan Facebook Tribun Timur.
Baca juga: Gelar Konvoi di HUT ke-50, Interflour Indonesia Sosialisasikan Tepung Terigu Premium
Baca juga: Jajaki Kerjasama, Prodi Bank Darah Polimerz Makassar Bakal Praktek di UPT Donor Darah Sulsel
“Masyarakat kita masih sangat awam dan terbatas terkait dengan syariah secara totaliti,” kata Muammar di Talkshow yang dipandu Mirasni Idrus itu.
Dekan Fakultas Syariah & Hukum UIN Alauddin Makassar ini menilai bahwa masyarakat menganggap segala yang bersentuhan syariah lebih pada masalah ibadah.
“Masyarakat belum melihat bahwa perlu disyariahkan muamalah, ekonomi, kehidupannya,” tutur Muammar.
Muanmar mengatakan bahwa di Indonesia, hampir semua lini dalam kehidupan sudah ada sistem syariah yang diatur.
Baik itu di pemerinatah maupun di kekuatan sosial masyarakat.
Dirinya menilai, pemahaman mengenai literasi kuangan syariah saat ini dengan mudah dipelajari di tengah digitalisasi.
“Kalau dulu 10 tahun yang lalu masih sulit mendapatkan literasi ekonomi syariah, sekarang ini sudah di layar hp kita masing-masing,” katanya.
Menurutnya, sekarang ini masyarakat perlu dipahamkan bahwa aspek syariah menyentuh aspek muamalah, bukan hanya ibadah ritual.
Keuntungan Memahami Keuangan Syariah
Lebih lanjut, Muammar mengatakan bahwa masyarakat akan mendapatkan dua keuntungan jika menerapkan keuangan syariah.
Yakni keuntungan duniawi dan keuntungan ukhrawi.
Keuntungan duniawi, kata Muammar, terkait dengan keuntungan yang bakal didapatkan dalam bisnis.
Sedangkan keuntungan ukhrawi terkait dengan keuntungan yang baka didapatkan di hidupan akhirat.
“Nabi itu, kalau lihat sejarahnya, lebih lama nabi sebagai pebisnis daripada seorang nabi,” kata Muammar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/muammar-bakry-kiri-dalam-acara-talkshow-bsi-property-auto-expo-syariah.jpg)