Opini Tribun Timur

Selamat Datang Andi Sudirman, The Real Governor

10 Maret 2022 provinsi yang berada di Pulu Sulawesi ini akan dimpimpin langsung oleh Gubernur termuda di Indonesia.

Editor: Sudirman
dok tribun timur
Andi Sudirman Sulaiman akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi gubernur Sulsel di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/3/2022). 

Hal inilah yang mengantarkan Sulsel berkategori baik (hijau) untuk lelang pengadaan barang dan jasa.

Kondisi ini melahirkan animo fair menuju pembukaan usaha karena kesempatan selalu ada.

Dalam hal pengamanan aset, Andi Sudirman selama meminpin Sulsel, sudah banyak aset Pemprov Sulsel yang sebelumnya dalam penguasaan pihak ketiga dan tanpa kejelasan, kini kembali ke pangkuan Pemprov Sulsel.

Sebut saja rumah dinas kelas I bagi para mantan kadis, Gedung Juang 45, kendaraan roda dua dan roda empat yang benilai miliaran rupiah dan lain sebagainya.

Tidak sampai di situ, Andi Sudirman Sulaiman juga berusaha keras mengembalikan kejayaan Provinsi Sulawesi Selatan di tengah pandemi Corona 19.

Ekonomi yang ambruk saat itu, daya beli masyarakat melemah, hingga penanganan Covid yang carut marut semua menyatu.

Hal ini tidak saja terjadi di Sulawesi Selatan tapi juga seluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya, penanganan Covid 19 di Sulsel oleh Prof Nurdin Abdullah di masanya dengan pendekatan Trisula memang diacungi jempol oleh pemerintah pusat.

Namun apa yang terjadi, penanganan sistem ini ternyata berdampak besar pada sistem pengeluaran dan belanja Pemprov Sulsel yang cukup besar.

Sistem isolasi di hotel-hotel berbintang ternyata menelan anggaran puluhan miliar rupiah.

Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang dikelola oleh Dinas Sosial tak sedikit memberikan dampak negatif atau distorsi di dalamnya sehingga harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Carut marut inilah menjadi “PR” bagi Andi Sudirman.

Menjabat Plt Gubernur Sulsel saat itu ibarat mengemban amanah besar di pundak, yang mau tak mau harus dipikulnya.

Pikiran Andi Sudirman saat itu bagaimana Sulsel harus bangkit di tengah pandemi dengan sistem intervensi pennanganan Covid yang murah tapi efektif dan efisien.

Maka terobosan yang dilakukan adalah dengan mengubah penerapan trisula ini dengan sistem FIT yaitu Fasilitas Isolasi Terintegrasi.

Fasilitas ini tidak menggunakan hotel mewah, tapi menggunakan fasilitas pemerintah yakni 1.500 kamar di Asrama Sudiang Makassar dan ratusan kamar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel.

Setidaknya, dengan sistem FIT ini, biaya penanganan Covid yang tadinya puluhan miliar bahkan ratusan miliar bisa ditekan menjadi ratusan juta rupiah saja.

Lalu bagaimana hasilnya? Dengan FIT, sistem ini sangat efektif, laju perkembangan Covid terus menurun, dan pemerintah provinsi juga tak lagi pusing dengan pembayaran yang harus diselesaikan dengan pihak ketiga.

Utang Pemprov Sulsel yang “selangit” secara perlahan namun pasti, diselesaikan dengan baik selama Andi Sudirman Sulaiman menjabat sebagai Plt Gubernur Sulsel.

Pengetatan anggaran, penghematan dengan sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel membuat utang ini bisa diselesaikan.

Andi Sudirman tidak henti-hentinya menyampaikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak melakukan pemborosan dan atau melakukan keputusan utang yang sifatnya tidak kontigensi atau mendesak.

Itu dalam penanganan Covid, lalu bagaimana dengan ekonomi? Andi Sudirman Sulaiman selama setahun memimpin Sulsel mampu menurunkan angka kemiskinan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved