Opini Tribun Timur

Selamat Datang Andi Sudirman, The Real Governor

10 Maret 2022 provinsi yang berada di Pulu Sulawesi ini akan dimpimpin langsung oleh Gubernur termuda di Indonesia.

Editor: Sudirman
dok tribun timur
Andi Sudirman Sulaiman akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi gubernur Sulsel di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/3/2022). 

Oleh : Nurwahidin Hakim S.Pd,MPd

Dosen pada Universitas Muhammadiyah 

PROVINSI Sulawesi Selatan akan mencetak sejarah baru.

10 Maret 2022 provinsi yang berada di Pulau Sulawesi ini akan dimpimpin langsung oleh Gubernur termuda di Indonesia.

Ya, Andi Sudirman Sulaiman yang saat ini menjabat sebagai Plt (pelaksana tugas) Gubernur Sulsel selama 1 tahun 10 hari, akan dilantik secara definitif sebagai orang nomor satu di Sulsel.

Pelantikan ini dilaksanakan kementerian dalam negeri di Istana Negara dan dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesai Joko Widodo.

Andi Sudirman Sulaiman di mata publik Sulsel bukan orang baru.

Dua tahun lebih, adik kandung Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di eranya telah mendampingi Gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah sebagai wakil gubernur Sulsel.

Namun, pasangan gubernur dan wakil gubernur Sulsel ini yang memenangkan hati rakyat Sulsel tidak bisa bertahan lama, karena “prahara 27 Februari 2021”, Prof Nurdin Abdullah harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap atau gratifikasi.

Terhitung sejak 28 Februari 2021, Andi Sudirman oleh pusat kemudian ditunjuk sebagai Plt Gubernur Sulsel.

Sejak saat itulah, Amran Sulaiman melaksanakan tugas tugas serta fungsi orang nomor satu di Sulsel ini.

Awal kepemimpinan sebagai Plt Gubernur Sulsel, gaya pemimpin yang santai tapi tetap tegas, Andi Sudirman Sulaiman berusaha keras untuk mengembalikan citra negatif Pemprov Sulsel sebagai lembaga pemerintahan yang diasumsikan sarat dengan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).

Maklum, kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap mantan gubernur Sulse Nurdin Abdullah membawa iklim khusus di tengah masyarakat bahwa Sulse sarat dengan hal hal negatif tersebut.

Atas semangat perubahan yang diusung Sudirman Sulaiman inilah Pemprov Sulse terus melakukan pembenahan.

Mulai dari pengetatan anggaran belanja daerah, hingga pada sistem pemberian tunjangan pendapatan tambahan bagi ASN (Aparat Sipil Negara) yang benar-benar transparan dan sesuai proporsi kinerja mereka.

Ada kalimat yang selalu disebutkan oleh Andi Sudirman Sulaeman kepada seluruh ASN di Sulsel. Apa itu? “Jangan Memberi Jangan Mengambil”.

Kalimat ini simpel, namun memiliki makna yang dalam.

Andi Sudirman menginginkan ada perubahan paradigma dalam proses menjalankan dan mengimplementasikan pemerintahan.

Tak boleh lagi ada simbiosis mutualisme dalam hal negatif antara pemerintah dengan pihak ketiga atau pengusaha atau siapapun itu yang menjadi mitra pemerintah.

Sejarah kelam masa lalu yang membuat Pemprov Sulsel terpuruk gegara kasus korupsi menjadi pelajaran yang berharga dan selayaknya tak boleh terulang lagi.

Tak berlebihan memang jika Andi Sudirman selalu mengingatkan jajarannya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum.

Tak boleh lagi ada tanam jasa dari pengusaha kepada pemerintah yang kemudian ujungnya diselesaikan dengan “kongkalikong” nilai proyek yang dilelang.

Sistem lelang proyek juga telah mengalami perubahan besar di Pemprov Sulsel.

Sistem pengadaan barang dan jasa secara digital sistem itu tanpa intervensi lagi oleh pihak pemerintah atau pejabat Pemprov Sulsel, semuanya dibiarkan bersaing secara fairplay.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved