Andi Sudirman Gubernur Sulsel
Amson Padolo: Andi Sudirman Tidak Sendiri, Kami Bersamanya
Terkait dengan hal tersebut, Amson menegaskan kiranya semua pihak perlu mengetahui bahwa jadwal pelantikan kepala daerah itu diatur oleh pusat.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Infokom Sulsel Amson Padolo angkat bicara mengenai banyaknya pihak yang menyatakan adanya skenario penguluran waktu pelantikan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel, yang akan berdampak pada kekosongan jabatan Wakil Gubernur dikarenakan masuk masa deadline.
Terkait dengan hal tersebut, Amson menegaskan kiranya semua pihak perlu mengetahui bahwa jadwal pelantikan kepala daerah itu diatur oleh pemerintah pusat.
"Tidak ada yang diatur disini. Mengenai jadwal pelantikan, provinsi (kami) hanya ikut jadwal yang dikeluarkan oleh pusat," ujarnya.
Olehnya itu, Amson menhajak semua pihak hak tersebut tidak mesti menjadi polemik bagi sebagian elite.
Yang terpenting saat ini, bagaimana semua pihak bisa bersinergi dengan Pemprov Sulsel dalam mengawal program pro rakyat.
Lantas bagaimana jika tak ada Wagub Sulsel?
Menurutnya hal tersebut juga tidak perlu jadi beban pikiran para elite.
Pasalnya, sistem pemerintahan di Indonesia ini telah memiliki struktur yang masing-masing memiliki tupoksi dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Saya rasa ini tidak perlu dipersoalkan yah, kenapa Pak Andi Sudirman tidak sendiri, kami bersamanya," kata Amson.
Melihat sepak terjangnya, Andi Sudirman kata Amson tentu sudah terbukti dari setahun ini menjabat sebagai Plt Gubernur Sulsel, yang dimana sebelumnya telah menjabat Wakil Gubernur Sulsel.
Seperti halnya dalam penanganan Covid-19 yang mengancam nyawa warga Sulsel.
Plt Gubernur kata Amson, melakukan gerak cepat.
Satu upaya yang dilakukan dengan menghadirkan pelayanan isolasi yang dikolaborasikan dengan Kementrian Agama, hingga Kemenkes di Makassar.
Selain itu ada juga program vaksin mobile dengan menggunakan bus yang menyasar seluruh daerah di Sulsel.
"Jadi apalagi yang dipertanyakan. Ayo kita sama-sama menjaga Sulsel. Kalau kita kolaborasi tujuan bersama mensejahterakan rakyat," katanya.
Tak hanya itu, baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan terkait merilis adanya potensi peningkatan nilai ekspor Sulawesi Selatan Year on Year (Y on Y), periode Januari 2022 yang meningkat secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelum pada periode yang sama.
Berdasarkan data BPS meningkat signifikan yakni mencapai US$ 129,06 Juta atau setara dengan Rp1,8 Triliun (Kurs Rp14.300). Angka ini meningkat 74,30 persen jika dibandingkan Januari 2021 lalu sebesar US$ 74,04 Juta, dan pada Januari 2020 lalu mencapai US$ 70,67 Juta
Tentu ini menunjukkan jika pemerintah provinsi terus melakukan upaya pemulihan ekonomi daerah melalui peningkatan ekspor komoditi ke sejumlah negara.
PKS
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Selatan (DPW PKS Sulsel) menyayangkan jika Pemerintahan Sulsel tanpa Wakil Gubernur Sulsel ke depan.
Jika dilantik di atas 5 September 2022, maka Andi Sudirman dipastikan tanpa Wagub Sulsel ke depan.
"Kami sangat menyayangkan kalau pada akhirnya di Sulsel tidak ada Wagub," kata Ketua DPW PKS Sulsel Muh Amri Arsyid saa dihubungi Rabu (2/3/2022).
Amri mengatakan, sebagai partai pengusung PKS melihat ketiadaan Wagub sebagai sebuah ketimpangan pemerintahan, unbalance dari perspectif pemerintahan dan politik.
Ia menilai harusnya ada langkah dari DPRD Sulsel bukan hanya partai pengusung untuk tetap mengusulkan keberadaan Wagub.