Kisah Yasuke Samurai Berkulit Hitam, Dikira Dewa Jepang yang Digambarkan Sebagai Iblis Penjaga
Yasuke dijadikan samurai oleh Daimyo Oda Nobunaga panglima perang terkuat Jepang dan juga shogun (1534-1582), setelah menjadi penjaganya.
TRIBUN-TIMUR.COM - Istilah samurai biasanya dikenal hanya disematkan pada orang Jepang.
Namun sepertinya, nama samurai juga pernah diberikan untuk orang diluar Jepang.
Dalam sejarah, pernah tercatat seorang samurai berkulit hitam dan berasal dari Afrika.
Samurai itu bernama Yasuke.
Karena kulitnya yang hitam, Yasuke sempat membuat orang Jepang yang melihatnya mengatakan dirinya Dewa Jepang yang digambarkan sebagai iblis penjaga.
Yasuke dijadikan samurai oleh Daimyo Oda Nobunaga panglima perang terkuat Jepang dan juga shogun (1534-1582), setelah menjadi penjaganya.

Yasuke dibawa ke Jepang pada tahun 1579 oleh misionaris Yesuit dan segera mengundang perhatian bangsawan Jepang.
Asal-usul Yasuke diselimuti misteri. Ia mungkin dilahirkan antara tahun 1555 dan 1566, tapi itu tidak pasti.
Sejarawan bahkan tidak yakin tentang asal-usul namanya, meskipun kemungkinan besar itu bentuk Jepang dari nama aslinya.
Menurut satu sumber, dia mungkin seorang Makua dari Mozambik. Juga dikatakan bahwa ia berasal dari Angola atau Ethiopia.
Selain itu, diyakini juga ia mungkin adalah budak kelahiran Eropa dari Portugal.
Bagaimanapun, Yasuke pertama kali muncul dalam sejarah pada 1579 sebagai pelayan misionaris Jesuit Alessandro Valignano yang datang ke Jepang untuk mengunjungi misi yang telah didirikan di sana.
Kulit hitam Yasuke menghasilkan banyak ketertarikan dari orang Jepang asli dan banyak yang mengatakan telah datang menemuinya di gereja yang dibangun oleh para Yesuit di Kyoto.
Keributan ini menarik perhatian Daimyo, Tuan Nobunaga, yang meminta bertemu dengannya.
Nobunaga awalnya ragu bahwa kulit hitam Yasuke asli dan menyuruhnya melepas bajunya dan menggosok kulitnya untuk menunjukkan bahwa itu bukan tinta.