Forum Dosen

Adi Suryadi Culla: Presiden 3 Periode Rusak Demokrasi Kita

Akademisi Universitas Hasanuddin Makassar Dr Adi Suryadi Culla menegaskan penundaan pemilu ataupun perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Diwan/Tribun Timur
Diskusi pakar bertema "Politik Kesejahteraan dan Visi Pembangunan Indonesia Timur", Selasa (1/3/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akademisi Universitas Hasanuddin Makassar Dr Adi Suryadi Culla menegaskan penundaan pemilu ataupun perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode berpotensi merusak demokrasi dan konstitusi di tanah air.

Hal itu diungkapkan Adi dalam dikusi bersama pakar bertema "Politik Kesejahteraan dan Visi Pembangunan Indonesia Timur", Selasa (1/3/2022).

Diskusi digelar secara blended di Kantor Tribun Timur Jalan Cendrawasih Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Adi mengawali paparannya tentang politik kesejahteraan dan visi pembangunan Indonesia Timur. Baginya tema itu perlu digali dan diskusikan bersama.

Temanya menarik, apalagi sejalan dengan gagasan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, pernah buat buku tentang politik kesejahteraan.

Judulnya sejarah dan politik kesejahteraan, orientasi arah baru pembangunan.

"Saya kira masalah politik kesejahteraan nyaris terlupakan selama ini. Kalau kita bicara isu, itu nyaris terlupakan, padahal itu sebenarnya jadi amanah dalam konstitusi kita," kata Adi.

Ia melihat, beberapa partai artikulasi tapi lupakan politik kesejahteraan.

Adi melihat politik kesejahteraan esensial, karena politik itu tidak mungkin ada tanpa kesejahteraan.

Penemuan awal politik itu dapat dirunut ke belakang. Politik lahir karena cita-cita kesejahteraan.

Tapi ada kecenderungan politik belakangan bergeser ke politik kekuasaan.

"Ini agak prihatinkan semua, apalagi di negara kita sorotan pada hal ini sangat serius, di dalam sistem kekuasaan, orang bicara oligarki, omong kosong juga bicara politik kesejahteraan tanpa dirasakan secara langsung oleh masyarakat," katanya.

"Konstitusi kita, founding fathers kita amanahkan itu, negeri ini dibangun berdasarkan politik kesejahteraan," katanya.

Justru, katanya, yang muncul politik kekuasaan, ada kecenderungan.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved