Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siapa Anonymous? Kelompok 'Siluman' Bantu Ukraina Serang Balik Rusia, Web Kementerian dan TV Dihapus

Munculnya kelompok peretas Anonymous mengklaim telah berhasil menghapus situs web Kementerian Pertahanan Rusia.

Editor: Ansar
Tribunnews
Aksi demo tolak keputusan Putin ke Ukraina 

TRIBUN-TIMUR.COM - Konflik Rusia dan Ukraina hingga kini masih berlangsung.

Rusia menyerang Ukraina dengan menggunakan roket hingga terjunkan tentara ke beberapa bagaian.

Invansi Rusia ke Ukraina dan membuat kehebohan dunia.

Saat Rusia fokus menyerang, ternyata ada tim 'siluman' diam-diam menyerang balik.

Sasaran tim siluman adalah  situs web Kementerian Pertahanan Rusia.

Secara hitung-hitungan di atas kertas, kemampuan militer Rusia jauh di atas Ukraina.

Namun, Pemerintah Ukraina tak mau menyerah dan terus melakukan perlawanan.

Baca juga: Mengenal Spetsnaz, Pasukan Elite Rusia yang Diterjunkan ke Medan Perang Ukraina

Baca juga: China Terlibat di Perang Rusia Vs Ukraina, Isi Pembicaraan Telepon Presiden Xi Jinping dan Putin

Munculnya kelompok peretas Anonymous mengklaim telah berhasil menghapus situs web Kementerian Pertahanan Rusia.

Kelompok peretas Anonymous mengumumkan di halaman Facebooknya pada 25 Februari.

Kelompok itu telah berhasil menghapus situs web Kementerian Pertahanan Rusia.

Serangan ini bak siluman yang tak terlihat tapi mengganggu.

Tentara Ukraina mengambil posisi di luar fasilitas militer saat dua mobil terbakar, di sebuah jalan di Keiv, Ukraina, Sabtu, 26 Februari 2022.
Tentara Ukraina mengambil posisi di luar fasilitas militer saat dua mobil terbakar, di sebuah jalan di Keiv, Ukraina, Sabtu, 26 Februari 2022. (AP PHOTO/EMILIO MORENATTI)

Saat ini, pengguna internet yang mengakses situs Kementerian Pertahanan Rusia hanya akan melihat halaman web kosong dan berwarna putih.

Sebelumnya, pada sore hari yang sama, akun jejaring sosial perwakilan kelompok peretas ini mengumumkan.

Mereka "Secara resmi memasuki perang dunia maya melawan pemerintah Rusia" dan mengganggu serangkaian situs web sebagai tanggapan atas serangan Rusia terhadap pemerintah Ukraina.

Sekitar 30 menit kemudian, Anonymous mengumumkan mereka telah berhasil menghapus situs resmi stasiun televisi Rusia RT.

Ketika pengguna mengunjungi halaman RT, layar akan menampilkan kata-kata "situs ini tidak dapat diakses".  

Fakta kelompok peretas Anonymous telah mengumumkan mereka sedang melancarkan perang siber dengan Rusia.

Negara itu mungkin akan menjadi sasaran serangan sistematis dalam beberapa hari mendatang.

Sebelum meluncurkan serangan skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari, pemerintah dan bank negara itu menjadi sasaran serangan siber skala besar, yang diyakini dilakukan oleh Rusia.

Saat ini, komunitas online menunjukkan respons positif terhadap deklarasi perang dunia maya Anonymous terhadap emerintahan Presiden Vladimir Putin.

Perbandingan Kekuatan Militer Rusia Vs Ukraina

Berapa perbandingan kekuatan militer antara Rusia dengan Ukraina?

Hal itu setelah kedua negara terlibat perang. 

Rusia melakukan operasi militer khusus ke wilayah Ukraina sehingga kedua negara terlibat perang sejak Kamis (24/2/2022).

Serangan tersebut dalam waktu singkat berhasil membuat Rusia menguasai wilayah Ukraina termasuk bekas pembangkit listrik tenaga nuklir, Chernobyl.

Operasi militer Rusia

Aksi pasukan elite Rusia, Spetsnaz di medan perang. Kini mereka diterjunkan ke medan perang melawan pasukan Ukraina
Aksi pasukan elite Rusia, Spetsnaz di medan perang. Kini mereka diterjunkan ke medan perang melawan pasukan Ukraina (sputnik)

Mengutip Kompas.com, Sabtu (26/2/2022) Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebut operasi militer tersebut bertujuan untuk mendemiliterisasi Ukraina.

Akibat serangan tersebut kota-kota besar Ukraina seperti Kharkiv, Odessa, Mariupol dan Ibu Kota Kiev diserang dengan ledakan.

Dalam serangan ini, posisi militer Ukraina disebut-sebut jauh lebih lemah dibandingkan dengan Rusia.

Baca juga: Wanita Ukraina Ini Rela Antre Daftar Tentara Amatir Perang Lawan Rusia, Alasannya Bikin Nyesek

Baca juga: Rekam Jejak Olena Zelenska Istri Presiden Ukraina, Tak Gentar Meski Diincar Tentara Rusia Bikin Haru

Lantas bagaimana perbandingan militer Rusia vs Ukraina?

Perbandingan kekuatan militer Rusia vs Ukraina

Mengutip dari Sky, Rusia memiliki daya tembak militer yang jauh lebih besar dari Ukraina termasuk darat, udara dan lautnya.

Tentara

Rusia memiliki sekitar 900.000 personel militer aktif, sedangkan Ukraina hanya memiliki 196.600 pasukan.

Ketidakseimbangan kekuatan militer Rusia-Ukraina terutama terletak di laut Rusia memiliki 10 kali jumlah personel Angkatan laut.

Selain itu, Angkatan laut Rusia mengoperasikan 74 kapal perang dan 51 kapal selam.

Sedangkan Ukraina hanya memiliki dua kapal perang dan tak memiliki sama sekali kapal selam.

Adapun di darat, Rusia memiliki tentara 280.000 personel.

Sementara Ukraina memiliki tentara Angkatan darat sebanyak 125.600.

Selanjutnya, Ukraina memiliki 900.000 personel cadangan, sedangkan Rusia memiliki jumlah yang lebih banyak yakni dua juta personel cadangan.

Tank

Adapun terkait peralatan, Rusia juga jauh lebih baik dibanding Ukraina.

Rusia memiliki jumlah tank lebih dari tiga kali dibanding Ukraina.

Jumlah tank Rusia sebanyak 13.367 sedangkan Ukraina jumlah tank sebanyak 2.119.

Baca juga: Sosok Magomed Tushaev, Jenderal Pasukan Khusus Chechnya Suruhan Putin Tewas Dihantam Rudal Ukraina

Baca juga: Mengenal Spetsnaz, Pasukan Elite Rusia yang Diterjunkan ke Medan Perang Ukraina

Selain itu, Rusia memiliki hampir tujuh kali lebih banyak kendaraan tempur lapis baja dibanding Ukraina, yakni jumlah Ukraina sebanyak 2.870 sedangkan Rusia 19.783.

Rusia juga memiliki artilleri sebanyak 5.934 sedangkan Ukraina memiliki 1.962.

Sementara terkait jumlah pesawat, Rusia memiliki 10 kali lipat jumlah pesawat dan helikopter.

Untuk rudal permukaan yang bisa menembak pesawat, Ukraina memiliki lebih dari 400 peluncur jumlah tersebut sepersepuluh dari jumlah milik Rusia.

Keunggulan Rusia selanjutnya yakni negara itu memiliki persenjataan jarak jauh yakni memiliki lebih dari 500 pelucur rudal balistik berbasis darat.

(intisari/kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved