Pengumuman Laskar Pelangi Ditunda
Danny Pomanto Ulur Lagi Pengumuman Laskar Pelangi, Kapan Jadwal Sesungguhnya?
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto lagi-lagi mengulur jadwal pengumuman Laskar Pelangi alias laskar pelayan publik berintegritas.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto lagi-lagi mengulur jadwal pengumuman Laskar Pelangi alias laskar pelayan publik berintegritas.
Mulanya, Danny Pomanto merencanakan pengumumannya pada 26 Februari, bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan 'Adama'.
Namun, rencana tersebut tak sesuai harapan.
Momentum yang dinanti-nantikan para honorer harus diurungkan lagi.
Para honorer sudah terkatung-katung menunggu nasibnya.
Apalagi masa tugas mereka berkahir sejak 1 Januari 2022 lalu.
Kendati telah habis masa kontraknya, mereka tetap aktif mengabdi di Pemkot Makassar.
Sebanyak 12 ribu honorer yang tercatat melalui SK Wali Kota, OPD maupun Camat.
Selain mereka, ada juga 3 ribu pelamar baru yang ikut dalam seleksi Laskar Pelangi pada Desember 2021 lalu.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, pengumuman laskar pelangi akan dilakukan pada 23 Maret mendatang.

Bersamaan dengan pengumuman Ketua RT/RW se Kota Makassar.
"Saya tadinya mau mengumumkan sekaligus laskar pelangi. Tapi hari libur, cuman biar kita tunggu, 23 maret sudah siap diumumkan," kata Danny Senin (28/2/2022).
Sebelumnya, Danny masih bingung menentukan jumlah honorer yang akan diterima, antara 10 ribu atau 12 ribu.
Asumsinya, jika 10 ribu yang diterima, otomatis akan ada 5 ribu yang tersingkirkan.
Kemudian jika yang diterima 12 ribu, artinya 3 ribu yang tidak diterima, termasuk honorer yang sudah mengabdi lebih dulu di Pemkot Makassar.
"Banyak baku tukar (honorer lama), jadi bukan tidak diperpanjang kontraknya, memang tidak lulus," ucap Danny Pomanto di kediamannya, Jumat (4/2/2022).
Danny membeberkan, untuk pelamar baru, tidak cukup seribu yang dinyatakan lulus dari 3 ribu lebih pendaftar.
"Yang baru juga banyak tidak lulus. Kan 3 ribuan pendaftar, tidak cukup seribu yang lulus," ungkapnya.
Pertimbangan lainnya, jika 12 ribu yang diterima, itu akan banyak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Makassar.
"Jumlahnya belum tahu apakah 12 ribu saja. Karena kalau dipotong juga ini hati (honorer) mau dipotong 2 ribu. Ini mi antara membebani APBD dengan kemanusiaan," katanya.
Danny menyampaikan anggaran yang disediakan untuk insentif laskar pelangi sebesar Rp550 miliar.
Insentif para laskar pelangi akan diberikan berbeda, sesuai jenjang pendidikannya. Paling tinggi Rp2,3 juta per bulan.
"Tapi kalau kita terima 10 ribu saja, kita bisa hemat APBD sampai Rp200 miliar," pungkasnya. (*)