Lewat Bupati Wajo Cup 2022, Ratusan Kungmania Berkumpul di Lapangan Ongkoe

Ratusan pecinta burung perkutut atau yang disebut kungmania itu memadati Lapangan Sepak Bola Ongkoe untuk memeriahkan turnamen tersebut.

tribun-timur
Lomba Seni Suara Burung Perkutut Putaran ke-I Piala Bupati Wajo 2022, digelar di Desa Ongkoe, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Ahad (27/2/2022).   

TRIBUNWAJO.COM, BELAWA - Lomba Seni Suara Burung Perkutut Putaran ke-I Piala Bupati Wajo 2022, digelar di Desa Ongkoe, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Ahad (27/2/2022).

Ratusan pecinta burung perkutut atau yang disebut kungmania itu memadati Lapangan Sepak Bola Ongkoe untuk memeriahkan turnamen tersebut.

Ada empat kategori lomba pada Piala Bupati Wajo 2022 kali ini.

Yakni, kategori junior, senior, kategori setengah kerekan (ditarik ke atas dengan ketinggian separuh), maupun kelas hanging.

"Bukan hanya peserta yang sudah pernah menang beberapa kali, melainkan juga diikuti oleh para pemula. Peserta berasal dari semua daerah di Sulawesi Selatan," kata Ketua Panitia, Andi Kuneng.

Andi Kuneng menambahkan, ada 150 peserta dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan yang terlibat pada turnamen burung perkutut di Bumi Lamaddukelleng ini.

Bagi para pemenang, pihak panitia telah menyediakan doorprize serta menerima trophy dan hadiah uang tunai.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Arga Prasetya Ashar yang hadir menyaksikan turnamen tersebut mengatakan, burung perkutut mempunyai lambang tersendiri bagi si pemiliknya.

"Ada prestise atau kehormatan bagi pemilik burung perkutut, dan itu terjadi sejak zaman silam," katanya.

Bahkan, Arga yang juga merupakan pecinta burung perkutut itu mengatakan, bahwa seseorang yang memiliki atau memelihara burung perkutut tentunya adalah orang yang patut diandalkan.

"Kalau seseorang sudah memelihara perkutut, maka apapun aktifitas si pemilik, akan langsung ditinggalkan hanya untuk merawat burung perkutut," katanya.

Sementara itu, Bupati Wajo, Amran Mahmud berharap agar lomba suara burung perkutut bisa kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya di Kabupaten Wajo.

Apalagi, tradisi memelihara burung perkutut sudah lama dilakukan oleh masyarakat Bugis, khususnya di Kabupaten Wajo.

"Semoga kita terus melanjutkan tradisi nenek moyang kita, salah satunya dengan merawat burung perkutut. Mari kita jaga satwa dan fauna yang ada di negeri kita, agar mereka juga memiliki habitat yang nyaman, dan tentu saja terjaga kelestariannya," katanya.

Pada kesempatan itu pula, Amran Mahmud mengajak kepada seluruh kungmania agar segera divaksin mengingat pandemi masih berlangsung.

Laporan jurnalis Tribun Timur, Hardiansyah Abdi Gunawan.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved