Kisah Lolong, Seekor Buaya Terbesar Didunia Mati Diduga Stres Setelah Memangsa Siswi
Lolong sebenarnya adalah buaya liar, namun karena memangsa seorang siswi sekolah, hewan tersebut ditangkap.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kisah seekor buaya yang mati nyatanya bisa menarik untuk dibahas.
Cerita ini baru saja ramai kembali di situs hiburan dan berita Reddit, dimana para penggunanya mengingat tentang kematian seekor buaya pada tahun 2012 lalu.
Buaya tersebut bernama Lolong dan diketahui jadi buaya air asin terbesar yang pernah hidup di penangkaran.
Lolong kala itu disebut mati karena diduga stres karena harus hidup di penangkaran.
Lolong sebenarnya adalah buaya liar, namun karena memangsa seorang siswi sekolah, hewan tersebut ditangkap.
Dia jadi kekhawatiran warga Filipina kala itu setelah kasus penyerangan warga.

Para pengguna situs itu lalu berbagi cerita dan foto tentang buaya sepanjang 6,4 meter itu sebelum mati.
Lolong pada tahun 2012, dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai buaya terbesar di penangkaran.
Laporan Daily Star, Kamis (17/2/2022), menyebut setelah penangkapan Lolong pada September 2011, binatang perkasa itu menderita begitu banyak tekanan sehingga pada Februari 2013 ia ditemukan di kandangnya di Filipina dalam keadaan terbalik dengan perut kembung.
Gambar seorang pria yang menusuk Lolong dengan tongkat saat dia masih hidup baru-baru ini dibagikan di komunitas Reddit, yang menghidupkan kembali minat pada kisah sedih tersebut.
Foto menyedihkan itu diberi judul: "'Lolong' adalah buaya air asin terbesar di penangkaran. Dia mati karena 'infeksi jamur' dan 'stres' dua tahun setelah ditangkap."
Laporan kematian Lolong pada saat itu menyatakan bahwa dia awalnya diburu selama tiga minggu setelah membunuh setidaknya satu orang di Filipina.
Buaya monster itu diduga memakan seorang nelayan yang hilang di kota Bunawan, dan juga memakan seorang siswi berusia 12 tahun yang kepalanya ditemukan.
Setelah ditangkap, buaya itu menjadi daya tarik utama sebuah taman ekowisata.
Waktu itu, Walikota Bunawan Edwin Elorde mengatakan Lolong telah sakit selama beberapa minggu sebelum meninggal.
"Dia menolak makan sejak bulan lalu dan kami melihat perubahan warna kotorannya."
"Personel kami juga melihat perut reptil menggelembung tidak biasa."

Dokter hewan lokal Alex Collantes mengklaim cuaca dingin yang tidak lazim bisa menyebabkan penurunan kesehatan Lolong.
Orang-orang yang ikut membahas menaruh perhatian pada kondisi mental bisa menghancurkan hewan yang begitu tangguh.
"Bahkan lebih menyedihkan ketika Anda menyadari betapa luar biasa sistem kekebalan buaya. Mereka dapat hidup di air yang sangat buruk dan baik-baik saja," kata seorang pengguna Reddit. (Daily Star)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Warganet Kenang Lolong, Buaya Terbesar di Dunia Mati karena Stres setelah Memangsa Siswi