Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Esktrem Landa Sulsel

Cuaca Ekstrem di Jeneponto, Warga Diminta Waspada Banjir

Tingginya intensitas curah hujan di Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat sejumlah Kabupaten terancam banjir.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-JENEPONTO.COM - Tingginya intensitas curah hujan di Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat sejumlah Kabupaten terancam banjir.

Hujan deras mengguyur Kabupaten Jeneponto dari Minggu 20 Februari kemarin hingga hari ini, Senin (21/2/2022). 

Olehnya itu, masyarakat diminta waspada atas cuaca ekstrem ini.

Hal ini diungkap oleh Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, Mus Muliadi.

Ia mengatakan, status waspada dikeluarkan oleh BMKG pompengan Jeneberang yang akan berdampak ke bendungan Karalloe.

Ketinggian air di bendungan Karalloe di perbatasan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto membuat warga Jeneponto waspada.

"Elevasi Karaloe + 249,40 Mdpl (Status Waspada), Elevasi normal + 248,50 Mdpl, Elevasi waspada + 249,35 Mdpl, Elevasi siaga 250,25 Mdpl, Elevasi awas 251,20 Mdpl," ujarnya via WhatsApp, Senin (21/2/2022).

Maka dari itu, pihak BPBD Jeneponto mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di laut.

"Bagi warga yang ingin melakukan penyebrangan sungai, menambang, menjala ikan di hilir bendungan Karaloe atau sungai Kelara agar waspada dalam melakukan aktifitasnya," tukasnya.

Serupa disampaikan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar. Ia juga meminta masyarakat agar tetap waspada cuaca ekstrem.

"Kepada seluruh pimpinan kecamatan, para lurah, dan para kepala desa bersama tripika agar tetap memantau wilayah masing masing," bebernya.

Ia juga meminta masyarakat tidak panik menghadapi cuaca ekstrem

"Kita berharap dan berdoa semoga cuaca tetap bersahabat," tutup Bupati Jeneponto.

Baca juga: Waspada! BMKG: Cuaca Esktrem Diprediksi Terjadi Sepanjang Hari di Sulsel, Berpotensi Banjir?

Peringatan dini BMKG soal cuaca ekstrem di Sulsel.
Peringatan dini BMKG soal cuaca ekstrem di Sulsel. (BMKG MAKASSAR)

Sebelumnya, bencana hidrometeorologi atau banjir berpotensi besar terjadi hari ini, Senin (21/2/2022).

Itu disebabkan karena hujan akan terjadi sepajang hari dengan intensitas sedang hingga lebat.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha mengatakan cuaca ekstrem mulai terjadi pada Minggu (20/2/2022) kemarin.

Dimulai pada siang hari dengan curah hujan 150 mm. 

"Hujan sedang hingga lebat terjadi dari kemarin, maka akan berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi jika hujan turun sepanjang hari," ucap Rizky Yudha kepada Tribun Timur.

Peringatan cuaca esktrem telah dirilis sebelumnya oleh BMKG, kondisi ini diprediksi terjadi hingga 23 Februari.

Selain hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi.

Untuk cuaca hari ini, pada pagi hari terjadi hujan ringan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Kecuali hujan sedang hingga lebat di  wilayah Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar

"Siang atau sore hari begitu, pada umumnya hujan sedang hingga lebat di wilayah Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Selayar," jelasnya.

Kemudian malam hari, akan berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Bone, Soppeng, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, Selayar.

"Terakhir dini hari di wilayah yang disebutkan di atas akan mengalami hujan ringan," tuturnya.

Suhu udara hari ini berada di kisaran 21- 30 °C, kelembapan udara 70 - 95  persen.

Untuk kecepatan angin Barat Daya – Barat Laut 10 - 40 km/jam.

Sementara untuk moderate sea (Gel. 1.25-2.5 m) terjadi di perairan Parepare, Perairan Spermonde Pangkep bagian barat, Perairan Spermonde Pangkep, Perairan Spermonde Makassar bagian barat, Perairan Spermonde Makassar, Perairan Sabalana.

Teluk Bone bagian utara, Teluk Bone bagian selatan, Laut Flores bagian utara, Laut Flores bagian barat, Perairan P. Bonerate - Kalaotoa bagian utara, Perairan P. Bonerate - Kalaotoa bagian selatan, dan Laut Flores bagian timur.

Gelombang tinggi diperkirakan 2,5 sampai 4,0 meter terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Selayar, dan Perairan timur Selayar. (*)

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto/Rakib

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved