Vaksin Palsu

Akibat Data Vaksin Palsu, TKI Asal Luwu Tertahan di Arab Saudi

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, bernama Gilang tertahan di Arab Saudi.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sukmawati Ibrahim
DOK PRIBADI
Kepala Dinas Kesehatan Luwu, dr Rosnawary Basir. 

TRIBUNLUWU.COM, BUA - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, bernama Gilang tertahan di Arab Saudi.

Gilang tertahan karena persoalan data vaksin yang diduga palsu.

Orangtua Gilang, Asrida, mengatakan, awalnya anaknya ingin melakukan vaksin di Arab Saudi.

Dengan jenis vaksin tertentu yang diwajibkan di sana.

Namun saat petugas memeriksa data Gilang, dia terkonfirmasi bahwa sudah melakukan vaksinasi dua kali jenis Sinovac di Bua, Luwu.

"Pengakuan anak saya dia belum pernah vaksin apa lagi di Bua, karena dia sekarang di Arab Saudi," kata Asrida, Senin (21/2/2022).

Karena persoalan itu, Gilang terpaksa mendapat karantina sementara.

Sampai ada kejelasan status vaksinnya.

"Anak saya sekarang tertahan di sana, sementara saya urus berkas vaksinnya di Luwu," katanya.

Asrida sudah menghadap ke Puskesmas Bua, namun belum ada solusi.

Dia justru diminta ke Polres Luwu, lalu kembali diarahkan ke petugas vaksinator di Puskesmas Bua untuk melakukan perbaikan data.

"Orang Polres bilang agar menghadap ke Puskesmas Bua untuk dilakukan perbaikan data. Saya berharap segera ada solusi," katanya.

"Saya heran kenapa bisa masuk data vaksin anak saya bahkan sudah sampai dua kali, padahal pengakuannya dia belum pernah vaksin," tuturnya.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Luwu, mengaku belum memegang data TKI yang tertahan di Arab Saudi.

Kepala Dinas Kesehatan Luwu, dr Rosnawary Basir, akan mengecek nomor induk kartu keluarganya.

Guna memastikan status vaksin yang bersangkutan dan memastikan kabar yang beredar soal dokumen vaksin palsu.

"Karena dari NIK bisa kita kroscek," ujarn dia.

Ia juga menyarankan untuk melakukan kroscek data di Polres Luwu.

"Silahkan cek datanya di Polres, untuk lebih jelasnya, kalaupun mau diubah datanya bisa diubahkan dari Polres," tuturnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved