Universitas Terbuka

Universitas Terbuka Siap Jadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, ini Persiapan Dilakukan

Transformasi budaya ditujukan untuk mengembangkan budaya organisasi PTN BH yang otonom dan mendukung UT agar menjadi perguruan tinggi kualitas dunia

Penulis: Rudi Salam | Editor: Muhammad Fadhly Ali
UT Makassar
Leadership Academy yang digelar oleh UT, Rabu (16/2/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Terbuka (UT) telah melakukan berbagai persiapan untuk bertransformasi jadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

Salah satu persiapannya adalah melakukan transformasi budaya dari budaya birokrasi menjadi budaya korporasi. 

Transformasi budaya ditujukan untuk mengembangkan budaya organisasi PTN BH yang otonom dan mendukung UT agar menjadi perguruan tinggi berkualitas dunia.

Sebagai salah satu upaya memperoleh insight mengenai pentingnya budaya organisasi, UT menggelar kegiatan Leadership Academy, Rabu (16/2/2022).

Hadir sebagai narasumber Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan Jae.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UT, Prof. Ojat Darojat.

Ojat Darojat mengatakan bahwa peralihan status UT jadi PTN BH merupakan anugrah.

Juga sebagai tantangan bagi UT yang merupakan satu satunya diberi amanah jadi pengelola pendidikan jarak jauh. 

“Amanah yang diberikan itu kemudian dengan gerak cepat civitas akademika merespon proses perubahan yang sangat cepat itu,” katanya via rilis, Kamis (17/2/2022).

Menurutnya, status PTN BH punya kelebihan terutama otonomi perguruan tinggi.

Itu berguna untuk melakukan kapitalisasi otonomi dengan sebaik-baiknya menempuh langkah dan menata ulang budaya organisasi. 

Sementara itu, Ignasius Jonan dalam pemaparannya mengatakan bahwa UT akan dapat berubah jadi profesional.

Juga berubah jadi akuntabel dengan tata kelola yang baik. 

“Hal demikian dapat diwujudkan jika pengelola melakukan transformasi budaya organisasi,” kata Ignasius.

Jonan mengingatkanbahwa  jika ingin mengubah kultur transformation, para karyawan harus diperlakukan secara manusiawi, tetapi disiplinnya juga harus kuat.

“Transformasi kultural itu hanya bisa dilakukan apabila orang nomor satu di organisasi itu menghendaki adanya cultural transformation dan memimpin sendiri cultural transformation,” paparnya. 

Ignasius juga menegaskan bahwa mengubah budaya perusahaan tak sekadar wacana atau hanya omongan. 

Namun harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kerja keras.(Tribun-Timur.com)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved