Foto: Nabung Rp70 Miliar, Idris Manggabarani Jadi Saksi dalam Kasus Penggelapan Dana Nasabah

Komisaris IMB Group, Idris Manggabarani hadir menjadi saksi dalam kasus penggelapan dana nasabah salah satu bank BUMN,

Editor: Sakinah Sudin
Tribun-Timur.com/ Sanovra JR
Komisaris IMB Group, Idris Manggabarani(kanan) bersama Direktur Utama IMB Group Andi Rahmat Manggabarani hadir sebagai saksi dalam kasus penggelapan dana nasabah di Ruang Sidang Bagir Manan, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl. R.A Kartini, Makassar, Selasa (15/2/2022). 

TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisaris IMB Group, Idris Manggabarani hadir sebagai saksi dalam kasus penggelapan dana nasabah di Ruang Sidang Bagir Manan, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl. R A Kartini, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/2/2022).

Komisaris IMB Group, Idris Manggabarani hadir sebagai saksi dalam kasus penggelapan dana nasabah di Ruang Sidang Bagir Manan, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl. R.A Kartini, Makassar, Selasa (15/2/2022).
Komisaris IMB Group, Idris Manggabarani hadir sebagai saksi dalam kasus penggelapan dana nasabah di Ruang Sidang Bagir Manan, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl. RA Kartini, Makassar, Selasa (15/2/2022). (Tribun-Timur.com/ Sanovra JR)

Ia hadir bersama Direktur Utama IMB Group Andi Rahmat Manggabarani.

Direktur Utama IMB Group Andi Rahmat Manggabarani (kiri) bersama Komisaris IMB Group, Idris Manggabarani bersama hadir sebagai saksi dalam kasus penggelapan dana nasabah di Ruang Sidang Bagir Manan, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl. R.A Kartini, Makassar, Selasa (15/2/2022).
Direktur Utama IMB Group Andi Rahmat Manggabarani (kiri) bersama Komisaris IMB Group, Idris Manggabarani bersama hadir sebagai saksi dalam kasus penggelapan dana nasabah di Ruang Sidang Bagir Manan, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl RA Kartini, Makassar, Selasa (15/2/2022). (Tribun-Timur.com/ Sanovra JR)

Kasus dugaan pemalsuan bilyet dana deposito nasabah sebesar Rp110 miliar di salah satu bank BUMN itu mendudukkan terdakwa berinsial MBS dan Z.

Dalam persidangan tersebut, Idris menduga, kasus ini merupakan konspirasi korporasi perbankan yang dilajukan secara bersama-sama antara cabang pembantu dan cabang utama.

Diketahui pengusaha dari Makassar ini baru tahu uangnya raib hingga mencapai Rp70 miliar saat hendak dicairkan beberapa waktu lalu. (Tribun-timur.com/ Sanovra JR)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved