Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Demokrat Sulsel

Jelang Pengumuman Ketua Demokrat Sulsel, IAS Pilih Habiskan Waktu di Jakarta

Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu berada di ibukota selama tiga hari, sejak Senin (7/2/2022) hingga Rabu (9/2/2022).

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
Tribun Timur/Kaswadi Anwar
Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin berkunjung ke Kantor Tribun Timur, Kamis (10/2/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Calon Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin sempat berada di Jakarta selama tiga awal pekan ini.

Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu berada di ibukota selama tiga hari, sejak Senin (7/2/2022) hingga Rabu (9/2/2022).

IAS baru terlihat berada di Makassar saat bertamu ke Kantor Tribun Timur pada Kamis (10/2/2022) pagi. Ia datang merayakan HUT-18 Tribun Timur.

Agenda IAS ke Jakarta awalnya sempat memunculkan spekulasi di publik.

Hal itu menimbulkan pertanyaan di publik, apakah IAS ke Jakarta karena dipanggil DPP Demokrat untuk menerima SK Ketua DPD Demokrat Sulsel?

Saat dihubungi, IAS tidak menyampaikan apa saja aktivitas dan agendanya selama berada di Jakarta.

"Intinya tunggu saja ketua umum akan umumkan," kata IAS saat dihubungi Tribun Sabtu (12/2/2022).

Pada Musyawarah Daerah IV Demokrat Sulsel Rabu (22/12/2021) lalu, IAS meraih suara terbanyak.

IAS meraih 16 suara, sementara Ulla meraih 9 suara. DPP yang memiliki 1 suara memilih abstain.

Sejauh ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat belum mengumumkan siapa ketua DPD segitiga mercy di Sulawesi Selatan.

Hingga Sabtu (12/2/2022), 12 hari telah berlalu seusai uji kepatutan dan kelayakan calon Ketua DPD Demokrat Sulsel.

Selanjutnya DPP memilih siapa Ketua DPD Demokrat Sulsel masa jabatan lima tahun ke depan.

"Belum, kami belum menentukan waktu sidang pengambilan keputusan," kata Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron saat dihubungi.

Herman Khaeron masuk tim 3 DPP bersama Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono, dan Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya.

Sementara itu Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi visi misi kedua calon, baik Ni'matullah ataupun IAS.

"Saya secara pribadi juga sudah menangkap ide dan gagasan masing-masing kandidat," tulis AHY melalui akun Instagramnya @agusyudhoyono.

AHY meyakini Ni'matullah ataupun IAS punya tujuan sama membesarkan Partai Demokrat di Sulsel.

Bagi putra sulung presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu, Sulsel adalah provinsi besar dan barometer politik di Indonesia Timur.

Kedua, bagi AHY Sulsel juga motor pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu partai Demokrat harus selalu eksis dan bahkan semakin kokoh dan periode-periode berikutnya.

"Kita pernah berjaya dan sudah saatnya kita bangkit meraih target politik yang pada akhirnya kita dedikasikan itu untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sulsel," kata AHY.

Dua nama bersaing memimpin Partai Demokrat Sulsel. Petahana Ni'matullah ditantang ketua sebelumnya Ilham Arief Sirajuddin.

Demokrat adalah salah satu partai papan atas di Sulsel.

Demokrat masuk empat besar di Sulsel, di bawah Golkar 13 kursi, Nasdem 12 kursi dan Gerindra 11 kursi.

Demokrat punya kader menjabat Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid dan satu Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur Ari Maryadi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved