Orang Tua Bonceng Jenazah Anaknya

Masih Ingat Orang Tua Bawa Jenazah Anaknya Pakai Motor? Kini Rumahnya Ramai Dikunjungi Politisi

Orang tua pembonceng jenazah anaknya di Dusun Batulappa, Kecamatan Sinjai Timur, Sulawesi Selatan, bernama Asdar ramai dikunjungi politisi.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
SYAMSUL BAHRI / TRIBUN TIMUR
Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong bersama politisi PAN Sinjai Andi Mursila menjenguk orang tua pembonceng jenazah bayi di Dusun Batulappa, Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur, Senin (7/2/2022). 

TRIBUN-SINJAI.COM-Orang tua pembonceng jenazah bayi di Dusun Batulappa, Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel)  bernama Asdar (29) ramai dikunjungi pihak politisi.

Mulai tim Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPD II Partai Golkar Sinjai, Andi Kartini Ottong.

Selain itu ada juga pengurus DPD Partai Nasdem Sulsel dan Sinjai.

Kedatangan politisi itu dipimpin oleh Sekretaris Nasdem Sinjai A Kamal Yahya, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Sinjai dan lainnya. 

Mereka mendatangi langsung pasangan Asdar-Juliatun Mariani di Dusun Batulappa.

Kedatangan para politisi itu pasca, Asdar membawa jenazah bayinya menggunakan sepada motor dari Rumah Sakit Pancaitana, Kabupaten Bone ke rumahnya.

Para politisi datang sebagai pribadi dan atas nama organisasi partai mereka masing-masing memberi dukungan harapan hidup.

"Kita manusia tentu harus peduli sesama yang terkena musibah dan hadir memberi semangat dan solusi," kata Andi Mursila, sebagai pengurus PAN Sinjai, Senin (7/2/2022).

Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong berharap, semua pihak bisa terlibat memberi dukungan Asdar-Juliatun Mariani pasca peristiwa dialaminya agar memiliki semangat hidup kembali. 

Pantauan TribunSinjai.Com, pasca Asdar angkut jenazah bayinya pakai sepeda motor, ada politisi membawa bantuan berupa kebutuhan pokok.

Ada pula membawa bantuan dana. Mereka berharap uang tunai itu dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haru keluarga Asdar.

Terlebih Asdar dan Juliatun Mariani memang kurang beruntung dalam hal ekonomi. 

Ia berasal dari keluarga kurang mampu.

Baca juga: Tak Mampu Bayar Ambulans, Orang Tua Bonceng Jenazah Anaknya Sejauh 104 Km! Dirut RS Beri Klarifikasi

Karena keterbatasan itulah Asdar terpaksa mengangkut jenazah bayinya pakai sepeda motor.

Ia tak mampu membayar biaya mobil ambulance dari RS Pancaitana ke rumahnya Batulappa, Sinjai Timur.

Diketahui, Asdar dimintai uang sewa ambulance Rp 700 ribu oleh pihak RS Pancaitana Bone.

Namun kemampuan Asdar hanya miliki uang Rp 500 ribu. 

Karena tak miliki uang sebesar Rp 700 ribu ia terpaksa mengangkut jenazah bayinya sepeda motor dari Bone ke Sinjai.

Pasca peristiwa itu, pihak manajmen RSU Pancaitan mendatangi Asdar memohon maaf dan memberinya santunan. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved