Corona Sulsel Bertambah

Covid-19 Naik Lagi, Akankah Ekonomi Sulsel Kembali Melemah?

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan  (Sulsel) memastikan pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh positif meski covid-19 mulai mengalami lonjakan kasus.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Humas Pemprov Sulsel
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan  (Sulsel) memastikan pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh positif meski Covid-19 mulai mengalami lonjakan kasus.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pemerintah telah melewati dua kali gelombang pandemi.

Sehingga sudah ada gambaran terkait pola penanganan dalam menjaga stabilitas perekonomian.

Tahun pertama pandemi memang membuat ekonomi terkontraksi.

Tetapi saat gelombang kedua, pemerintah dan segala sektor usaha sudah mampu melaluinya.

Dibuktikan dengan ekonomi Sulawesi Selatan triwulan II-2021 terhadap triwulan II-2020 tumbuh 7,66 persen (y-on-y).

Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan II-2021 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 7,44 persen (q-to-q).

"Saya berpikir tidak akan sesignifikan delta, karena  kita pengalaman di delta, kencang massif pertumbuhan kasus  tapi ekonomi kita masih tumbuh, jadi kita tetap optimis," ucap Andi Sudirman Sulaiman di Kantor Gubernur, Senin (7/2/2022).

Bahkan kata dia, Pemprov Sulsel sudah melakukan langkah antisipatif.

Salah satunya dengan mendorong proyek-proyek besar untuk dilelang dini.

Baca juga: Positif Aktif Capai 655 Kasus di Sulsel, Makassar Tertinggi! Pertanda Gelombang Ketiga Covid-19?

Intinya kata Sudirman, seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bergerak cepat sebelum adanya pembatasan kegiatan.

"Jadi kita harus bergerak lebih duluan, termasuk kabupaten kota, saya minta untuk semua proyek strategis lelang semua didorong cepat," katanya.

Jika hasil lelang sudah berkontrak, otomatis proyek-proyek tersebut sudah bisa dikerjakan. 

Apalagi kata Sudirman proyek-proyek di Sulsel berfokus di daerah, sehingga akan lebih aman dan terhindar dari penyebaran virus Corona.

"Paling penting kegiatan administratifnya bisa jalan duluan, kalau sudah selesai lelang sudah ada pemenang kan sudah aman, kontraktor sudah bisa mulai bekerja, kan rata-rata konstruksi bukan di kota, di daerah," bebernya.

Terkait status PPKM, pihaknya belum bisa mengambil kebijakan, sebab itu ranah pemerintah pusat.

Sejauh ini, rerata daerah di Sulsel masih berada di level 2 dan level 1 PPKM.

"Level PPKM tergantung pusat, tapi saya  rasa pusat akan melihat kecenderungan dan risikonya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved