Pembentukan Luwu Raya
VIdeo: Spanduk Desakan Pembentukan Luwu Raya Dipajang di Perbatasan Luwu-Palopo, Respon Sekda Luwu?
Tiga spanduk soal desakan ini masih terpasang di perbatasan Luwu-Palopo, Kamis (27/1/2022).
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Muhammad Fadhly Ali
TRIBUNLUWU.COM, BUA - Desakan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya, kembali menggema diawal tahun 2022.
Tiga spanduk soal desakan ini masih terpasang di perbatasan Luwu-Palopo, Kamis (27/1/2022).
Spanduk tersebut dipasang oleh sekelompak mahasiswa yang menuntut adanya pemekaran.
Tidak sekadar memasang spanduk, mahasiswa juga melakukan demo di Kabupaten Luwu.
Aksi itu dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Luwu ke-754 dan Hari Perlawan Rakyat Luwu ke-76.
Sekda Luwu, Sulaiman, menegaskan pihaknya mendukung penuh pembentukan Luwu Tengah.
"Perlu kami sampaikan bahwa, Bupati Luwu, Basmin Mattayang adalah orang yang paling pertama memperjuangkan yang namanya Luwu Tengah," tegas Sulaiman.
"Waktu beliau (Basmin Mattayang) sebagai bupati pada periode pertamanya 2004-2009, dialah orang yang pertama memperjuangkan yang namanya pemekaran Luwu Tengah," tegasnya.
Perjuangan Basmin untuk pemekaran Luwu Tengah, lanjut dia, bisa dilihat sampai sekarang ini.
Dulu, kata Sulaiman, wilayah Walmas hanya terdiri dari dua kecamatan, yaitu Walenrang dan Lamasi.
Sehingga Basmin pada waktu itu memekarkannya menjadi enam kecamatan agar bisa memenuhi syarat pemekaran dan diproses.
"Hanya saja waktu itu beliau langsung selesai masa jabatannya, sehingga 10 tahun tidak pernah kedengaran bagaimana itu Luwu Tengah," kata Sulaiman.
"Nanti beliau masuk lagi di periode keduanya, beliau langsung pertanyakan sejauh mana prosesnya, kenapa 10 tahun belum selesai," katanya.
Sulaiman menunjukkan surat pengusulan DOB yang ditandatangani oleh Gubernur Sulsel.
Karena itu juga sebagai bukti perjuangan Basmin.
"Kami di Luwu ini tidak punya lagi kekuatan kecuali ketika sudah diserahkan ke Jakarta, karena proses ini sudah di Jakarta," katanya.
"Dengan adanya kebijakan Presiden Jokowi untuk sementara menutup pemekaran sehingga sampai hari ini tidak ada daerah yang mekar," tuturnya.(TribunLutim.com)