Pasar Sentral Maros Terbakar
Video: Kebakaran Kios di Pasar Sentral Maros, Pedagang Sempat Terdengar Suara Ledakan
Kebakaran terjadi di Area Pasar Sentral Maros, Kelurahan Alliri Tengae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kebakaran terjadi di Area Pasar Sentral Maros, Kelurahan Alliri Tengae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kebakaran terjadi Rabu (26/01/22) tepat sekitar pukul 02.00 dini hari
Beberapa kali terjadi ledakan yang diduga berasal dari tabung gas yang dijual pedagang.
Salah seorang pedagang, Muliani mengatakan, saat kejadian, ia dan suaminya sedang terlelap di dalam kios.
Baca juga: Petaka Si Jago Merah Hanguskan 9 Kios di Pasar Sentral Maros Sulsel, Becak Azis Ikut Terbakar
Baca juga: 16 Personel Damkar Kerahkan 5 Armada, Padamkan Api di Pasar Sentral Maros Dini Hari
"Kejadiannya sekitar jam 2, waktu kebakaran saya ada di dalam kios sama suami. Kami lagi tidur," katanya.
Ia tersadar saat seseorang melempar sesuatu dan berteriak kebakaran.
"Tiba-tiba ada warga dari luar melempar batu ke kios dan saya terbangun, waktu bangun saya langsung lari sama suami keluar kios," ucapnya.
Muliani dan suaminya berlari keluar rumah hanya menggunakan sarung saja.
Ia mengaku tak sempat mengambil barang berharga karena panik melihat api yang sudah membesar.
"Tidak ada barang yang bisa saya selamatkan, kecuali tas selempang yang saya pegang ini," ucapnya.
Diduga kebakaran dipicu akibat korsleting listrik dari salah satu kios.
Kios pasar kebanyakan terbuat dari kayu sehingga api dengan cepat membesar.
Saat api mulai menyebar, para pedangang dibantu warga sekitar kemudian bahu membahu menyelamatkan dagangan mereka.
Sebagiannya lagi membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Tak berselang lama, pemadam kebakaran tiba dilokasi dengan cepat memadamkan api.
Dari pantauan langsung di lokasi, terlihat beberapa pedagang mengamankan barang dagangannya di tepi jalanan.
Sementara beberapa diantaranya berusaha mengumpulkan puing-puing kios yang masih bisa digunakan.