Omicron
Omicron Masuk Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Minta Percepat Vaksinasi
Virus Corona varian omicron mulai mengintai warga Sulawesi Selatan. Satu kasus telah ditemukan di Kabupaten Takalar pada Kamis (20/1/2022).
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Virus Corona varian omicron mulai mengintai warga Sulawesi Selatan.
Satu kasus telah ditemukan di Kabupaten Takalar pada Kamis (20/1/2022) lalu.
Salah satu upaya untuk mencegah penyebarannya yakni meningkatkan kekebalan kelompok melalui vaksinasi.
Untuk itu Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meminta seluruh daerah untuk mempercepat vaksinasi.
Baca juga: Kasus Varian Terbaru Pertama di Sulsel, Pria Takalar Positif Omicron dan HIV
Baca juga: Penampakan RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar, Tempat Pasien Omicron Pertama di Sulsel Dirawat
"Vaksin adalah ikhtiar kita dalam meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus menghindari kondisi fatal ketika terpapar Covid-19. Mari untuk memastikan diri telah melakukan vaksinasi," ucapnya, Minggu (23/1/2022).
Ia juga mengimbau agar masyarakat mengurangi mobilitas di luar rumah.
Serta tetap waspada untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.
Salah satu caranya, tidak bepergian keluar negeri, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.
"Kepada seluruh masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan, untuk mengurangi mobilitas dan kerumunan, tetap mengikuti protokol kesehatan, pentingnya 5M. Wujudkan kewaspadaan itu dalam tindakan nyata," tuturnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Arman Bausat mengatakan jumlah positif aktif di Sulsel pada 22 Januari sebanyak 75 kasus.
Sementara untuk capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 77,21 persen atau 5.449.242 juta dari 7.058.141 sasaran.
Sementara dosis kedua baru 48, 50 persen atau 3.422.951 jiwa.
"Lansia dosis 1 62,05 persen dan 30,35 persen dosis 2," bebernya.
Sulsel juga telah menjalankan vaksinasi booster atau dosis ketiga.
Total yang telah menjalani vaksinasi booster di Sulsel yakni 44.086 atau 0,62 persen.