Sudirman Sulaiman
Plt Gubernur Diam-diam Kumpul Elite Parpol Pengusung Prof Andalan, Ada Apa PDI Perjuangan Tak Hadir?
Pertemuan itu berselang dua hari setelah DPRD Sulsel menerima Kepres pemberhentian Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Rabu (19/1/2022).
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengundang elite partai pengusungnya di Rujab Wagub Sulsel Jalan Yusuf Dg Ngawing Kota Makassar Makassar, Jumat (21/1/2022).
Pertemuan itu berselang dua hari setelah DPRD Sulsel menerima Kepres pemberhentian Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Rabu (19/1/2022).
Dalam kesempatan itu hadir Sekretaris DPW PAN Sulsel Jamaluddin Jafar.
Ketua Fraksi PAN DPRD Sulsel Syamsuddin Karlos, dan pengurus DPW Yusran Paris.
Dari PKS hadir bendahara DPW sekaligus Wakil Ketua DPRD Sulsel Muzayyin Arif.
Dalam foto yang diterima Tribun Timur, tidak ada terlihat elite PDIP.
Pertemuan Sudirman dengan elite pengusung diklaim sebagai temu kangen.
Namun dinamika politik terkini juga menjadi bahasan.
Partai pengusung Prof Andalan (Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman) memang harus sering-sering jumpa.
Sebab, Kepres RI No 9/P tahun 2022 tentang pemberhentian Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel sudah terbit.
Otomatis, Sudirman yang wakil gubernur dan kini juga pelaksana tugas gubernur, akan mengisi kekosongan itu.
"Sebenarnya pertemuan tadi hanya silaturahmi. Mungkin kangen sudah lama tidak berkumpul," kata Muzayyin Arif, Bendahara DPW PKS Sulsel.
Muzayyin mengaku menyambut baik pertemuan tersebut.
Tepat untuk memperkuat koalisi antarpartai pengusung gubernur Andalan dan mengoptimalkan dukungan untuk Sudirman yang sisa menunggu paripurna di DPRD Sulsel untuk jadi gubernur defenitif.
Muzayyin yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menyebut, butuh upaya lebih untuk segera mendorong paripurna di dewan. Sebab waktu yang diberikan pusat hanya sampai 25 Januari 2022.
"Namun sebagai partai pengusung tentu kami berkomitmen untuk mendorong itu berjalan dengan baik. Semoga Senin (24 Januari 2022) DPRD benar-benar bisa paripurna," ucap politikus asal Maros itu.
Muzayyin pun tak menampik bahwa pertemuan itu sempat membahas mengenai pengisian kursi wakil gubernur. Sebab memang menjadi domain partai pengusung untuk menyepakati nama.
Sudirman pun menyambut baik dan mempersilakan parpol pengusung menjalankan proses sesuai mekanisme yang berlaku.
PKS pun siap membangun komunikasi yang lebih intens dengan parpol pengusung lainnya.
"Nanti kita lihat dinamikanya apakah ini akan dijalankan setelah penetapan Plt sebagai gubernur defenitif atau bisa berbarengan dengan keputusan DPRD terkait pengusulan Plt sebagai gubernur defenitif ke presiden," tambah Muzayyin.
Yang jelas, kata dia, PKS berkomitmen mengawal proses ini dan siap untuk mengajukan kader terbaiknya sebagai kandidat wagub untuk dibahas bersama partai-partai pengusung.
Beberapa nama dari PKS santer disebut-sebut beberapa bulan belakangan.
Namun, nama Muh Amri Arsyid, Ketua DPW PKS Sulsel paling menguat. Amri menjadi kandidat utama yang diajukan PKS.
Muzayyin pun tak mengelak soal rumor tersebut.
"Terpenting posisi ini diisi, sebab ini amanat konstitusi. Kepala daerah itu gubernur dan wakil gubernur. Apalagi waktunya masih memungkinkan," imbuhnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur Ari Maryadi