Golkar Usul Pansus Pemilihan Wagub Sulsel, Ullah: Kita Hormati Keinginan Fraksi

Ullah meminta fraksi mengusulkan pembentukan pansus itu dalam sidang paripurna agar pimpinan punya dasar untuk mengagendakan.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Ketua Demokrat Sulsel Ni'matullah Erbe 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fraksi Golkar DPRD Sulsel mengusulkan pembentukan panitia khusus (Pansus) pemilihan wagub Sulsel pendamping Andi Sudirman Sulaiman.

Itu dikatakan menyikapi terbitnya surat keputusan presiden tentang pengesahan pemberhentian Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

“Sebagai proses awal menuju pemilihan wakil gubernur, maka DPRD tentu akan membentu pansus pemilihan wakil gubernur,” kata Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Sulsel Rahman Pina, Jumat (21/1/2022).

Fraksi Golkar Sulsel berharap pembentukan pansus bisa bersamaan sidang paripurna penetapan pemberhentian NA sebagai gubernur dan pengusulan Andi Sudirman Sulaiman menjadi gubernur definitif.

RP berpandangan poses ini harus segera dilakukan sebagai amanah Peraturan Pemerintah (PP), proses ini harus selesai hingga Maret 2022.

“Dengan terbitnya surat keputusan presiden tersebut, maka ada tiga kewenangan yang harus dijalankan DPRD sesuai PP nomor 12 tahun 2018,” kata Rahman.

Pertama, katanya, DPRD Sulsel mengusulkan pemberhentian Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kepada Presiden Jokowi lewat menteri dalam neger melalui putusan paripurna DPRD.

Kedua, DPRD Sulsel mengusulkan wakil gubernur Sudirman Sulaiman menjadi gubernur definitif.

“Ketiga, DPRD diberi kewenangan untuk memilih wakil gubernur usulan dari partai pengusung,” katanya.

Baca juga: Andi Sudirman Sulaiman Silakan PKS, PAN, PDI Perjuangan Berembuk

Di DPRD Sulsel, partai pengusung Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman ada tiga, PAN, PKS dan PDIP.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved