Kementerian Sosial

Menteri Sosial Risma Minta LRSODH Pangurangi Beri Program Atensi Bagi Hasnaini di Wajo

Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Loka Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV (LRSODH) Pangurangi Takalar mengunjungi Hasnaini di Wajo.

Hardiansyah Abdi Gunawan/Tribun Timur
Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Loka Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV (LRSODH) "Pangurangi" di Takalar mengunjungi Hasnaini (48) di Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Selasa (18/1/2022). 

TRIBUNWAJO.COM, PAMMANA - Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia melalui Loka Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV (LRSODH) 'Pangurangi' Takalar mengunjungi Hasnaini (48) di Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Selasa (18/1/2022).

LRSODH Pangurangi meninjau langsung kehidupan Hasnaini yang tinggal berdua dengan cucunya Riski (7).

Hasnaini adalah seorang janda yang bertahan hidup dengan membersihkan gelas plastik bekas kemasan air mineral sejak 4 tahun terakhir.

Bersama Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Kabupaten Wajo, LRSODH Pangurangi memberikan bantuan.

Arisparis Muda LRSODH Pangurangi, Tamar Mallisa mengatakan, getir hidup Hasnaini telah terdengar di telinga Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini.

"Kisah Ibu Hasnaini sudah sampai ke Ibu Mensos, dan beliau yang memerintahkan kami untuk meninjau langsung dan melihat kondisinya, apa saja yang diperlukan oleh Ibu Hasnaini," katanya.

Baca juga: Peduli Hasnaini, Dinsos P2KBP3A Wajo Beri Bantuan dan Didaftarkan Sebagai Penerima Bantuan Sosial

Menurutnya, cucu Ibu Hasnaini akan diusulkan masuk dalam program Yapi (yatim piatu) Kemensos RI.

"Kita usulkan untuk masuk dalam program yatim piatu," katanya.

Selain itu, LRSODH Pangurangi juga mendaftarkan Hasnaini dalam program atensi berbasis keluarga.

Penerima manfaat atensi berbasis keluarga diketahui mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Diketahui, Hasnaini hanya hidup dari upah membersihkan gelas plastik bekas kemasan air mineral.

Upahnya dihargai sekitar Rp1.500 sampai Rp1.700 rupiah per kilogramnya. Upah itu pun tak tiap hari bisa didapatkannya.

Sebab, dirinya akan diupah apabila puluhan karung berisikan gelas plastik bekas yang telah dibersihkan Hasnaini ditimbang di pengepul.

"Kalau sudah ditimbang, kadang 100 (ribu) kadang 150 (ribu). Lama dikerja, karena sering menempel-nempel," katanya, saat ditemui di kediamannya, Jumat (14/1/2022) lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved