Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

MotoGP

Penyebab MotoGP Mandalika 2022 Terancam Batal Digelar, Sandiaga Uno: Kita Negara Hukum!

Kurang lebih sebulan lagi MotoGP Mandalika 2022 akan digelar. Balapan akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit atau Sirkut

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
PERTAMINA
Latihan balapan di Pertamina Mandalika International Street Circuit atau Sirkut Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB ). Sirkuit ini untuk MotoGP 2022. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kurang lebih sebulan lagi MotoGP Mandalika 2022 akan digelar.

Balapan akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit atau Sirkut Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB ).

Dimulai dari tes pramusim MotoGP, Jumat - Ahad atau Minggu (11-13/2/2022) dan balapan resmi Jumat - Ahad atau Minggu (18-20/3/2022).

Namun, jelang perhelatan MotoGP Mandalika, kabar buruk datang dari penyelenggara event internasional itu, Dorna Sports.

MotoGP Mandalika terancam batal digelar.

Kok bisa?

Kabar ancaman pembatalan MotoGP Mandalika bermula dari pernyataan CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta terkait dengan kebijakan karantina warga negara asing atau WBA oleh negara tuan rumah MotoGP 2022.

Dorna Sports memilih tidak akan menggelar balapan MotoGP di negara yang mewajibkan karantina panjang bagi penonton dan tim pembalap di tengah lonjakan kasus virus corona ataui Covid-19 varian Omicron.

"Bahwa kami tidak akan menerima karantina. Jika mereka memberitahu kami, bahwa kami harus dikarantina selama 14 hari, jawabannya jelas: 'Tidak, saya tidak akan datang!'. Itu batasnya," ujar ECarmelo Ezpeleta.

Ancaman tersebut pun direspon Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf RI ), Sandiaga Uno.

“Saya ingin sampaikan di sini secara tegas, kita ini negara hukum yang sudah menerapkan pengendalian pandemi Covid-19 sesuai dengan kaidah terbaik. Kita akan selesaikan kewajiban kita, tapi kita tidak terima jika diancam satu dan lain hal,” kata Sandiaga Uno dalam Weekly press Briefing, Senin (17/1/2022).

Sandiaga Uno mengungkapkan, pengendalian Covid-19 di Indonesia sudah menjadi best practice.

Sementara penyelenggaraan event MotoGP, tentunya harus dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia, demi kebangkitan ekonomi.

“Kita sudah menjadi best practice, oleh karena itu, jika ada pihak yang mengancam tidak akan menyelenggarakan MotoGP karena penanganan pandemi kita, saya menyampaikan secara tegas bahwa bangsa ini diatur oleh pemerintah, dan kita fokus pada penanganan pandemi dan kebangkitan ekonomi kita,” ujar dia.

Sandiaga Uno juga menyebut, penerapan travel bubble akan diberlakukan bagi para pelaku Perjalanan Dari Luar Negeri (PPLN) yang ke Indonesia, termasuk seluruh peserta perhelatan MotoGP.

"Travel bubble akan diterapkan menyeluruh, dan ada periode karantina yang berlaku untuk, kru, pebalap, dan official MotoGP," tegas Sandiaga Uno mengatakan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved