Ibadah Haji

Menag Minta Umat Islam Berdoa, Ibadah Haji Tahun Ini Belum Pasti

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian terkait pelaksanaan ibadah haji

Editor: Muh. Irham
AP/STR VIA KOMPAS.COM
Jamaah Muslim mengelilingi Kabah, bangunan berbentuk kubus di Masjidil Haram, sembari menerapkan jaga jarak sosial untuk melindungi diri dari virus corona, di kota suci Muslim di Mekkah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan tiga opsi skenario dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/ 2022M dalam kondisi pandemi Covid-19.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, ketiga opsi tersebut tetap dipersiapkan meski Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian terkait penyelenggaraan ibadah Haji 2022.

"Mengingat sampai saat ini penanganan Covid-19 belum berakhir yang ditandai dengan munculnya Omicron, maka pemerintah melakukan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji dengan mengambil tiga opsi," kata Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Senin (17/1/2022).

Menurut Menag, tiga opsi itu adalah penyelenggaraan ibadah haji dengan kuota jemaah penuh, kuota jemaah terbatas, dan tidak memberangkatkan jemaah haji tahun 2022.
Yaqut memastikan pemerintah sampai saat ini terus bekerja menyiapkan opsi pertama, yaitu memberangkatkan jemaah kuota penuh.

"Tentu kita berharap agar wabah ini segera berakhir sehingga penyelenggaraan ibadah haji bisa berjalan normal seperti penyelenggaran ibadah haji seperti tahun-tahun sebelum pandemi," ujarnya.

Menurutnya, pemerintahan akan memberangkatkan jemaah haji pada 2020 jika penyelenggaraanya resmi dijadwalkan.

Baca juga: JK Berharap Pelaksanaan Ibadah Haji Bisa Normal Kembali, Kuota Haji Bertambah 5 Juta Setiap Tahun

Kemenag juga telah menyiapkan pedoman penyediaan transportasi udara bagi jemaah haji

"Kemudian jemaah haji yang diberangkatkan pada penyelenggaraan ibadah Haji tahun 1443H/2022M adalah jemaah haji yang berhak berangkat tahun 1441H atau 2020M," ucap Yaqut.

"Dan kami sudah membentuk tim penyediaan akomodasi konsumsi dan transportasi bagi jemaah haji di Arab Saudi, saat ini, kami sedang melakukan proses administrasi untuk keberangkatan tim tersebut," ujarnya.

Lebih jauh Yaqut mengatakan, kepastian penyelenggaraan ibadah Haji 1444H/ 2022M akan ditentukan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

"Kepastian peyelenggaraan ibadah Haji, kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah Haji tahun 1443H atau 2022 Masehi tahun ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi," katanya.

Baca juga: Bukan ke Pemerintah RI, Haikal Hassan soal Cuitan Ibadah Haji: Saya Kritik Pemerintah Saudi Arabia

Namun ia memastikan, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi, termasuk juga nota kesepahaman atau MoU tentang kuota jemaah haji.

"Dalam rangka memperoleh kuota haji, kami telah dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi. Namun pemerintah Arab Saudi menyampaikan bahwa belum dapat melakukan pembicaraan terkait dengan penyelenggaran ibadah haji tahun 1443H 2022M," ujar Yaqut.

"Belum ada pembicaraan ini bapak ibu sekalian bukan hanya kepada Indonesia, tetapi juga kepada negara-negara lain yang menyelenggarakan misi haji," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved