KUR di Wajo

Realisasi KUR di Kabupaten Wajo Meningkat pada 2021, Capai Rp1,08 Triliun

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone, Rintok Juhirman mengamini kenaikan realisasi KUR di Kabupaten Wajo.

Humas Pemda
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone, Rintok Juhirman berfoto bersama Bupati Wajo, Amran Mahmud, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Wajo sepanjang 2021 mencapai Rp1,08 triliun.

Angka ini mengantarkan Kabupaten Wajo menempati urutan ke-3 tertinggi di Sulawesi Selatan, di bawah Kota Makassar dan Kabupaten Bone.

Angka itu berdasarkan data pada aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Desember 2021.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone, Rintok Juhirman mengamini kenaikan realisasi KUR di Kabupaten Wajo.

Dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Wajo juga merupakan yang terbesar ketiga, yaitu 29.890 debitur atau 7,53 persen dari total debitur di Sulawesi Selatan, sebanyak 396.967 debitur sampai dengan Desember 2021.

"Dilihat dari jenis skema kredit, kredit mikro  merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Wajo, yaitu sebesar Rp769,13 miliar atau 71,21 persen dari total realisasi sebesar Rp1,08 triliun. Disusul, kredit kecil sebesar Rp280,52 miliar atau 25,97 persen. Sementera, untuk Kredit Super Mikro (Supermi) terealisasi sebesar Rp30,36 miliar atau 2,81 persen," kata Rintok, dalam keterangan tertulisnya, Ahad (16/1/2022).

Sementara, untuk penyalur KUR di Kabupaten Wajo, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan Desember 2021, yaitu  Rp833,64 miliar atau 77,19% dari total sebesar Rp1,08 triliun.

Disusul Bank Mandiri  Rp129,14 miliar atau 11,96 persen. Bank BNI  Rp90,05 miliar atau 8,34 persen, Bank Syariah Mandiri Rp17,39 miliar atau 1,61 persen, BPD Sulselbar Rp6,01 miliar atau 0,56 persen.

Lalu, BNI Syariah Rp1,96 miliar atau 0,18 persen, Bank BRI Syariah Rp1,38 miliar atau 0,13 persen, Bank Sinarmas Rp350,00 juta atau 0,03 persen. Kemudian Bank BRI AGRO Rp100 juta atau 0,01 persen.

Rintok Juhirman menilai, semakin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah.

Hal tersebut disebabkan KUR mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, bukti nyata pemerintah hadir membantu UMKM bangkit.

"Potensi UMKM yang bisa akses KUR masih banyak. Kita berharap agar sinergi Pemda dengan bank penyalur terus ditingkatkan untuk menggerakkan ekonomi di Wajo," katanya.

Realisasi KUR itu adalah kabar baik. Sebab, meski masa pandemi covid-19, justru mengalami pertumbuhan yang signifikan, yakni 30,76 persen dari realisasi KUR pada Desember 2020, Rp825,95 miliar.

Kepala Bidang Pengembangan UMKM Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Wajo, Andi Rahmayanti mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan usaha mikro kecil dan menengah dengan pemanfaatan KUR.

"Kita bersyukur dengan terjadinya peningkatan realisasi KUR ini, tentu mengindikasikan bahwa semakin berkembangnya usaha rakyat atau UMKM di Wajo. Artinya, upaya pemerintah daerah untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi ini tidak sia-sia dan salah satu pendongkrak pembangunan ekonomi bangsa adalah UMKM," katanya.

Diapun berharap agar masyarakat tidak takut untuk memulai berusaha.

"Salah satu untuk mendukung usaha adalah dengan permodalan melalui KUR yang sebagian bunganya disubsidi oleh pemerintah. Yang penting kita terus menerapkan etos Kerja yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas seperti yang selalu disampaikan Bapak Bupati," katanya.

Laporan jurnalis Tribun Timur, Hardiansyah Abdi Gunawan

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved