Breaking News:

PSM vs Persebaya

Kalah 1-2 dari Persebaya, Hanafing Nilai Koordinasi Antara Lini PSM Makassar Lemah, Ini PR Joop Gall

Pengamat sepak bola, Muhammad Hanafing Ibrahim mengatakan kekalahan PSM dari Persebaya tak lepas dari koordinasi yang lemah.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Screenshot YouTube Tribun Timur
Pengamat sepak bola, Muhammad Hanafing Ibrahim 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSARPSM Makassar kalah 1-2 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-19 Liga 1 2021-2022.

Pertandingan kedua kesebelasan berlangsung di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pada Jumat (14/1/2022) malam.

Dua gol Bajul Ijo dicetak Taisei Marukawa di menit ketiga melalui tendangan penalti. Marselino Ferdinan menggandakan gol Persebaya di menit ke-54.

Laskar Pinisi hanya mampu memperkecil kedudukan di menit 84 lewat lesatan Willem Jan Pluim.

Hasil ini membuat Persebaya naik ke peringkat tiga klasemen dengan 39 poin. Menempel ketat Arema FC dan Bhayangkara FC di posisi pertama dan kedua dengan 40 poin.

Sedangkan, PSM harus tertahan di peringkat 11 klasemen dengan 23 poin. Kekalahan dari Persebaya menjadi kekalahan keenam yang diterima Pluim cs musim ini.

Pengamat sepak bola, Muhammad Hanafing Ibrahim mengatakan kekalahan PSM dari Persebaya tak lepas dari koordinasi yang lemah.

“Koordinasi antar lini lemah, sehingga mudah ditembus, baik dalam bertahan maupun menyerang. Dampaknya Persebaya gampang menguasai ball possession,” katanya melalui telepon, Sabtu (15/1/2022).

Dia menambahkan dalam bertahan dikenal istilah compact defending. Begitu kehilangan bola, pemain segera menutup ruang lawan. Ini tidak dilakukan pemain PSM, sehingga Persebaya menguasai bola dan bisa mencetak gol.

“Jadi kembali lagi ke koordinasi defending dan koordinasi attackingnya masih lemah,” tambah Hanafing.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved