Breaking News:

Balai Karantina Pertanian Makassar

Sinergi Lindungi Negeri, Balai Karantina Pertanian Makassar Laksanakan Patroli Laut

Patroli gabungan ini merupakan salah satu upaya untuk menegakkan aturan perkarantinaan yang diatur dalam undang-undang nomor 21 tahun 2019

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Tribun Timur/Muh Abdiwan
Karantina Pertanian Makassar bersama dengan Kesyahbandaran Utama Makassar, Bea Cukai Makassar dan Polairud Polda Sulsel melaksakan Patroli Laut Bersama di Wilayah Perairan Laut Makassar, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Karantina Pertanian Makassar bersama dengan Kesyahbandaran Utama Makassar, Bea Cukai Makassar dan Polairud Polda Sulsel melaksakan Patroli Laut Bersama di Wilayah Perairan Laut Makassar, Rabu (12/1/2022). 

Dengan menggunakan KP. Bharata 8004, patroli ini dilaksanakan dalam rangka mencegah serta menangkal masuknya komoditas pertanian di Wilayah Sulawesi Selatan, khususnya melalui pelabuhan laut Makassar.

Patroli gabungan ini merupakan salah satu upaya untuk menegakkan aturan perkarantinaan yang diatur dalam undang – undang nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Penyelenggaraan karantina ditujukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK). 

Dengan adanya patroli bersama ini, diharapkan sinergi antar instansi di entitas pelabuhan pun dapat semakin terjalin erat. 

Dengan didampingi para pejabat lingkup Karantina Pertanian Makassar, Kesyahbandaran Utama Makassar, Bea Cukai Makassar serta Ditpolair Polda Sulses, Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir mengatakan Patroli Laut Gabungan ini diharapkan menjadi pemicu untuk kegiatan bersama dengan entitas pelabuhan ke depannya. 

“Pada kesempatan ini saya ingin berterimakasih pada Kapten Ronaldo Manurung yang telah memfasilitasi kami untuk melakukan patroli gabungan," katanya. 

Kegiatan ini pertama kali dilakukan Karantina Pertanian Makassar.

Oleh karena itu diharapkan kedepannya ini dapat menjadi trigger agar patroli serupa dapat berkelanjutan.

"Agar kita dapat terus bersinergi melindungi negeri," kata Lutfie.

Senada dengan karantina pertanian Makassar, Kesyahbandaran utama, bea cukai, serta ditpolair polda Sulsel juga berharap setelah kegiatan ini diharapkan adanya wadah saling tukar informasi di antara entitas pelabuhan.

Tujuannya agar nantinya upaya cegah tangkal komoditas pertanian ilegal baik itu yang masuk dan keluar dapat segera dimonitoring ataupun dilakukan penindakan.

Menurut data bidang pengawasan dan penindakan Karantina Pertanian Makassar, sepanjang tahun 2021, terdapat 81 kegiatan penahanan, 57 kegiatan penolakan serta 79 kegiatan pemusnahan yang telah dilakukan oleh Karantina Pertanian Makassar.(Tribun-Timur.com)

Laporan wartawan Tribun Timur Ari Maryadi

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved