Breaking News:

Tribun Wajo

Kok Bisa Sawah Adat Masyarakat Kalola Diklaim 7 Orang? Pemkab Wajo Ikut Terseret di PN Sengkang

Sawah adat di Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, diklaim sekelompok warga.

Hardiansyah Abdi Gunawan/Tribun Wajo
Sidang lanjutan gugatan sawah adat masyarakat Kalola di Pengadilan Negeri Sengkang, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sawah adat di Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, diklaim sekelompok warga.

Bahkan, gugatan tersebut telah berproses di Pengadilan Negeri (PN) Sengkang, Kabupaten Wajo.

Mereka yang menggugat adalah Hedding, Muslimin, Baharuddin, Tahir, Yunus, Ambo Angke, dan Laco.

Mereka didampingi oleh kuasa hukum Noartawira Sadirga Saleh.

Ada tiga orang yang digugat, yakni Andi Bau Bakti Werang, Ambo Iri, dan Basri.

Bahkan, turut tergugat yakni Kepala Desa Sogi, Bakri dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo.

Ada tujuh obyek sengketa dengan luas kurang lebih 4,71 ha atau 19 petak sawah. 

Baca juga: Kabar Gembira, Disdagprin Bulukumba Bakal Siapkan Subsidi Minyak Goreng

Baca juga: Siapa Nahkoda Baru Danyon B Pelopor Parepare? Pengganti Kompol Sapari

Masing-masing, obyek yang dikenal dengan nama Lapettu ada 5 petak sawah, seluas kurang lebih 1,11 ha. Lalu obyek Laparutang Loppo, ada 3 petak, seluas 0,57 ha, obyek Lamasekkong-sekkong, ada 1 petak, seluas 0,48 ha.

Kemudian, obyek yang bernama Edda keddae, ada 2 petak, dengan luas 0,84 ha, obyek Malongka Tappareng, ada 2 petak, seluas 0,49 ha, obyek Malongka Assasang, ada 3 petak, seluas 0,5 ha, dan obyek Latawa Pitu, ada 3 petak, seluas 0,72 ha.

Pada petitum, menyatakan menurut hukum benar tanah sawah objek sengketa adalah peninggalan Balla Daeng Malluru dan AM Saleng. Lalu, menyetakan bahwa Suarti Nyompa adalah ahli waris dari Balla Daeng Malluru dan AM Saleng.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved