Breaking News:

Nia Ramadhani

Hukuman Nia Ramadhani dan Ardi Bakri Dianggap Janggal

Dalam terminologi hukum pidana, kata Mudzakir, Nia dan Ardi adalah korban dari peredaran narkoba. Keduanya lebih layak hanya menjalani rehabilitasi

Editor: Muh. Irham
INSTAGRAM.COM/@ARDIBAKRIE
Pasangan artis Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. 

TRIBUN-TIMUR.COM – Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Prof Mudzakir menilai janggal hukuman satu penjara kepada artis Nia Ramadhani bersama suaminya, Ardi Bakrie.

Suami istri divonis kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Vonis dijatuhkan oleh Hakim Ketua Muhammad Damis dan digelar di ruang sidang utama Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (11/1/2022).

Dalam terminologi hukum pidana, kata Mudzakir, Nia dan Ardi adalah korban dari peredaran narkoba. Keduanya lebih layak untuk hanya menjalani rehabilitasi, daripada dipenjara.

"Saya berpendapat kalau vonis yang diputus oleh hakim ini menurut saya kurang bijaksana, apalagi itu dalam rangka untuk pemberantasan narkoba. Sebab, mereka [Nia dan Ardi] itu korban dari peredaran narkoba ini," ujar Mudzakir dalam keterangannya, Rabu (12/1).

Menurut Mudzakir, apabila memang ada unsur kesengajaan untuk menggunakan narkoba, mereka tetaplah korban.

"Nah kalau itu logikanya hakim itu dikatakan bahwa oh dia itu sengaja, loh memangmya seluruh pengguna narkoba dari para kalangan artis memang semuanya kesengajaan?

Itu pertanyaannya. Pertanyaannya adalah ini kenapa orang yang disebut sebagai user atau korban justru dipandang sebagai pelaku?" ujarnya.

Baca juga: 4 Bulan Direhab, Benarkah Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Segera Bebas?

Baca juga: Kondisi Terkini Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Setelah Ditangkap Gegara Narkoba, Berkas Bermasalah

"Kalau sekarang ini dikatakan dia sengaja. Namanya orang itu kalau dia menggunakan itu pastinya ada unsur kesengajaan, tapi posisinya dia adalah menggunakan untuk dirinya sendiri dan itu tetaplah korban," sambungnya.

Sehingga, hukuman pidana itu, kata Mudzakir, seharusnya diberikan kepada pemasok yang menyediakan atau menyalurkan narkoba bagi Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.

Hukum Mati Pengedar

Ia meminta, pengedar hingga distributor dihukum mati, agar ada efek jera.

Baginya, apabila ingin memberantas narkoba, maka harus diberantas dari akarnya, yakni pengedar, agen, distributor, dan lainnya sedangkan korban tetap harus dilindungi dengan menjalani rehabilitasi.

Baca juga: Di Depan Hakim Nia Ramadhani Ungkap Alasan Konsumsi Sabu, Saya Rindu dengan Ayah

"Semua penyuplai, agen, pengedar, hingga distributor harusnya dihukum mati, agar tidak ada korban-korban lain seperti Nia dan Ardi," jelas Mudzakir.

Diketahui, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dinyatakan terbukti bersalah atas kasus penyalahgunaan narkoba dan masing-masing dijatuhi hukuman pidana masing-masing selama satu tahun penjara.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan Zen Vivanto menjalani masa rehabilitasi di RSKO Cibubur selama 12 bulan.
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie telah menjalani masa rehabilitasi selama lebih kurang lima bulan di tempat rehabilitasi Fan Campus, Cisarua, Jawa Barat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved