Breaking News:

Kerja di PDAM Makassar Bayar Rp85 Juta, 20 Tenaga Kontrak Ilegal Dinonaktifkan

Prof Aminuddin Ilmar sebagai Dewas PDAM Kota Makassar menyebut ada oknum yang bermain dalam perekrutan tenaga kontrak

Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Perusaahan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, saat menyalurkan 10 tangki air bersih di Bumi Permata Sudiang (BPS) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perumda Air Minum atau PDAM Kota Makassar tak lagi memperkerjakan 20 tenaga kontrak.

Para tenaga kontrak ini dibekukan atau diberhentikan sementara lantaran diduga masuk dalam daftar perekrutan ilegal.

Sebelumnya Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Kota Makassar, Prof Aminuddin Ilmar, mengaku telah mendapat laporan terkait penyelewengan dalam perekrutan tenaga kontrak.

Jajaran direksi PDAM telah menyampaikan ihwal adanya tenaga kontrak yang masuk di PDAM tanpa melalui mekanisme atau prosedur yang ditentukan.

Karena itu, sebanyak 20 tenaga kontrak PDAM dibekukan.

Hal tersebut merupakan salah satu langkah dalam penataan pegawai lingkup PDAM.

"Sampai sekarang direksi memperoleh informasi ada 20 kontrak yang tidak dilanjutkan, dipending," ungkapnya, Senin (10/1/20222).

Aminuddin Ilmar menjelaskan, saat ini, jumlah pegawai di PDAM hampir mencapai 1300 orang.

Terdiri dari 1000 pegawai tetap, dan 240 pegawai kontrak.

Padahal menurut ketentuan Permendagri, satu pegawai berbanding 20-25 pelanggan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved