Breaking News:

20 Tenaga Kontrak PDAM Makassar Dipecat Setelah Setor Rp 85 Juta, Danny Pomanto Turun Tangan

Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Kota Makassar, Prof Aminuddin Ilmar pun mengaku mendapat laporan terkait penyelewengan dalam perekrutan tenaga kontrak.

Editor: Ansar
tribun-timur/siti aminah
Pj Direksi PDAM, Benny Iskandar (tengah) meyaksikan proses penggeladahan Kantor PDAM Makassar oleh Kejati Sulsel, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 20 tenaga kontrak yang berkerja di Perumda Air Minum atau PDAM Kota Makassar dipecat.

20 tenaga kontrak tersebut harus menerima kenyataan meski telah direkrut.

Hanya saja para tenaga kontrak tersebut diketahui masuk kerja secara ilegal.

Mereka diduga masuk dalam daftar perekrutan ilegal yang telah dilakukan oleh oknum.

Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Kota Makassar, Prof Aminuddin Ilmar pun mengaku mendapat laporan terkait penyelewengan dalam perekrutan tenaga kontrak.

Jajaran direksi PDAM telah menyampaikan ihwal adanya tenaga kontrak yang masuk di PDAM tanpa melalui mekanisme atau prosedur yang ditentukan.

Karena itu, sebanyak 20 tenaga kontrak PDAM dibekukan.

Hal tersebut merupakan salah satu langkah dalam penataan pegawai lingkup PDAM.

"Sampai sekarang direksi memperoleh informasi ada 20 kontrak yang tidak dilanjutkan, dipending," ungkapnya, Senin (10/1/20222).

Baca juga: Kerja di PDAM Makassar Bayar Rp85 Juta, 20 Tenaga Kontrak Ilegal Dinonaktifkan

Baca juga: Buntut Mekanisme Perekrutan yang Salah, 20 Tenaga Kontrak PDAM Makassar Dibekukan

Aminuddin Ilmar menjelaskan, saat ini, jumlah pegawai di PDAM hampir mencapai 1.300 orang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved