Breaking News:

Tribun Kampus

Prodi PWK Unismuh Makassar Sosialisasi Cara Atasi Bencana Abrasi di Desa Tamasaju

Prodi PWK Unismuh melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar, Sabtu (8/1/2022).

Prodi PWK Unismuh Makassar Sosialisasi Cara Atasi Bencana Abrasi di Desa Tamasaju
rilis
Dosen dan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar, Sabtu, 8 Januari 2022.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dosen dan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar, Sabtu (8/1/2022). 

Kegiatan ini berupa sosialisasi terkait penataan ruang untuk pengurangan resiko bencana.

Sosialisasi dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya tata ruang dalam mencegah dampak bencana abrasi yang kerap terjadi di Desa Tamasaju.

Tim Pelaksana PKM yang diketuai Firdaus mengungkapkan, kegiatan PKM ini untuk memberikan peta administrasi dan peta rawan bencana abrasi.

“Selain mengedukasi masyarakat kami juga melakukan pemasangan papan informasi bencana di beberapa titik rawan bencana abrasi serta melakukan bersih bersih pantai sebagai bentuk tindakan nyata. Hal ini untuk mendorong masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sadar tata ruang dan memahami tindakan mitigasi”, ujar Firdaus via rilis, Senin (10/1/2022). 

Firdaus menyatakan, untuk mengurangi dampak serta kerugian pasca abrasi pantai dan banjir, diperlukan mitigasi.

Mitigasi dilakukan dengan melakukan penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana oleh masyarakat.

Termasuk di dalamnya mengedukasi masyarakat agar dapat mengantisipasi kerugian serta kerusakan yang ditimbulkan apabila terjadi bencana di Wilayahnya.

“Melihat tingginya potensi ancaman abrasi pantai dan banjir, serta pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk di Wilayah Pesisir Desa Tamasaju, maka diperlukan upaya penanggulangan abrasi pantai dan bencana banjir yang berbasis pada aspek penataan ruang berdasarkan karakteristik bencana yang telah terjadi”, kata Firdaus.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran di Mangkoso Barru! 2 Rumah Hangus dan 1 Orang Meninggal

Baca juga: Paket Wisata Moto GP Mandalika 2022 Banjir Peminat, ASITA Sulsel: Naik 25 Persen

Baca juga: Kakanwil Kemenkumham Sulsel Apresiasi Pembinaan di Lapas Narkotika Sungguminasa

Kepala Desa Tamasaju Abdul Azis, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Prodi PWK Unismuh Makassar.

 “Kami berharap pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang aspek tata ruang dalam mitigasi bencana dapat meningkat, kata Abdul Azis.

Kepala Desa Tamasaju berharap perhatian Pemerintah baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten.

Ia meminta pemerintah memperhatikan dampak kerusakan Permukiman warga yang rusak akibat bencana abrasi yang tiap tahun terjadi.

"Terlebih Desa Tamasaju mempunyai potensi pariwisata bahari dan pusat kegiatan Perikanan melalui keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba yang dimanfaatkan juga sebagai lokasi wisata kuliner," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved