Breaking News:

Tribun Makassar

Buntut Mekanisme Perekrutan yang Salah, 20 Tenaga Kontrak PDAM Makassar Dibekukan

Jajaran direksi PDAM telah menyampaikan ihwal adanya tenaga kontrak yang masuk di PDAM tanpa melalui mekanisme atau prosedur yang ditentukan.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muhammad Fadhly Ali
ist
Pakar politik dari fakultas sospol universitas Hasanuddin, Prof Aminuddin Ilmar mengemukakan, polemik black campaign atau kampanye hitam di setiap gelaran pilkada, merupakan hal yang tak bisa terhindarkan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Prof Aminuddin Ilmar mengaku telah mendapat laporan terkait penyelewengan dalam perekrutan tenaga kontrak.

Jajaran direksi PDAM telah menyampaikan ihwal adanya tenaga kontrak yang masuk di PDAM tanpa melalui mekanisme atau prosedur yang ditentukan.

Karena itu, sebanyak 20 tenaga kontrak PDAM dibekukan. 

Hal tersebut merupakan salah satu langkah dalam penataan pegawai lingkup PDAM.

"Sampai sekarang direksi memperoleh informasi ada 20 kontrak yang tidak dilanjutkan, dipending," ungkapnya, Senin (10/1/20222).

Aminuddin Ilmar menjelaskan, saat ini, jumlah pegawai di PDAM hampir mencapai 1.300 orang.  

Terdiri dari 1.000 pegawai tetap dan 240 pegawai kontrak.

Padahal menurut ketentuan Permendagri, satu pegawai berbanding 20-25 pelanggan.

"Jadi kalau itu digunakan perbandingannya, pegawai PDAM tidak lebih dari 746 orang, kalau itu mau dirasionalisasi," paparnya.

Tak hanya itu, sejumlah pegawai juga ditengarai masuk tanpa lewat mekanisme.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved