Breaking News:

Tribun Video

VIDEO: Alasan Rumah Produksi Tempe di Parepare Kurangi Bobot Produk

Alasan pemilik Pemilik rumah produksi tempe di Parepare, Nandang kurangi bobot tempe yang dijual di pasaran. 

Penulis: M Yaumil | Editor: Sukmawati Ibrahim

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Alasan pemilik Pemilik rumah produksi tempe di Parepare, Nandang kurangi bobot tempe yang dijual di pasaran. 

Pemicu utamanya, harga kedelai naik Rp 800.

"Harga kedelai naik sejak mendekati tahun baru," katanya di jalan Bete, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Mendekati tahun baru harga kedelai naik.

Nandang mengaku tidak mengerti alasan kenaikan harga kedelai tersebut.

"Saya tidak tahu, tiba-tiba saja naik," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, kenaikan tersebut baru dirasakan tahun ini.

"Baru tahun ini harga kedelai naik," kata Nandang.

Sebelumnya, harga kedelai sebesar Rp.10.100 ribu per kilo gram.

Mendekati tahun baru, harga naik sebesar Rp10.900 per kilo gram.

Akibatnya, produksi di kurangi dan ukuran tempe menjadi lebih tipis.

"Semenjak kedelai naik, harga tempe tetap hanya ukurannya menjadi lebih tipis," tambahnya.

Nandang mengeluh, bahwa produksi dan penghasilannya berkurang.

"Sebelum naik, saya produksi lima pikul setengah dalam sehari," ujarnya.

Setelah naik, hanya memproduksi dua pikul setengah.

Baca juga: Harga Kedelai Naik! Rumah Produksi Tempe di Parepare Kurangi Bobot Produk, Stok Menipis

Pendapatannya sekarang hanya Rp100 ribu per harinya.

simak video lengkapnya.(*)

Laporan kontributor TribunParepare.com/ M. Yaumil.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved