Breaking News:

Opini Tribun Timur

Akhlak, Kunci Digitalisasi Pola Pikir ASN

Digitalisasi birokrasi tidak semata-mata mengandalkan transformasi metode pelayanan konvensional kepada pelayanan berbasis teknologi.

Editor: Sudirman
Sumber: KOMPAS.com/Farida Farhan
Ilustrasi: Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Oleh: M Ridwan Radief

Analis Perencanaan

Digitalisasi birokrasi tidak semata-mata mengandalkan transformasi metode pelayanan konvensional kepada pelayanan berbasis teknologi.

Lebih dari itu, digitalisasi birokrasi mencakup perubahan cara pandang ASN terhadap pelayanan publik.

Yang penulis maksud dengan digitalisasi pola pikir ASN adalah kemampuan ASN untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis serta memiliki respons cepat, tepat, terpadu, konsisten terhadap kompleksitas persoalan publik sebagaimana teknologi berpenetrasi.

Penulis menilai, birokrasi sekarang ini masih mengalami stagnasi. Meskipun narasi birokrasi cenderung telah mengarah kepada digitalisasi, namun tidak jarang kita temui birokrasi dengan kultur kerja priyayi.

Kegilaan terhadap penghormatan dan perilaku superior masih sarat dengan citra ASN.

Belum lagi perilaku korup yang mengoyak semangat reformasi. ICW menyebut nilai kerugian negara akibat korupsi ikut meningkat.

Pada semester 1 2020, nilai kerugian negara dari kasus korupsi sebesar Rp 18,173 triliun, kemudian di semester 1 2021 nilainya mencapai Rp 26,83 triliun.

Dengan kata lain, terjadi kenaikan nilai kerugian negara akibat korupsi sebesar 47,6 persen. Dalam empat tahun belakangan, nilai kerugian negara selalu menunjukkan tren peningkatan (Tempo, 24/11/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved