Breaking News:

Wajo Juara Satu Pernikahan Dini di Sulsel, Bupati Amran Mahmud Minta Rancang Peraturan Pencegahan

Sementara Data Kantor Kementerian Agama Wajo jumlah kasus pernikahan anak usia dini sebanyak 562 kasus pada 2020 dan 694 kasus pada 2021.

Pemkab Wajo
Bupati Wajo Amran Mahmud 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Angka pernikahan anak di bawah umur terbilang cukup tinggi di Wajo.

Data United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) pada 2021, Wajo menempati urutan pertama kasus pernikahan dini di Sulsel.

Sementara Data Kantor Kementerian Agama Wajo jumlah kasus pernikahan anak usia dini sebanyak 562 kasus pada 2020 dan 694 kasus pada 2021.

Pemerintah Wajo menggelar rapat koordinasi pencegahan pernikahan dini di ruang pola Kantor Bupati Wajo, Selasa (4/1/2022) lalu.

“Mengingat dampak buruk dari pernikahan dini ini, maka kita semua harus bersama-sama berkomitmen melahirkan solusi mencegah terjadinya kasus pernikahan dini,” kata Bupati Wajo Amran Mahmud.

Ia mendorong dinas sosial, P2KB, dan P3A Wajo untuk menggali regulasi terkait pencegahan pernikahan dini.

“Secepatnya menggali regulasi dan secara bersama-sama menyusun langkah strategi yang bisa menjadi solusi pencegahan pernikahan anak usia dini di daerah kita.” katanya.

“Termasuk pemberian dispensasi nikah harus diperketat sesuai dengan aturan yang ada,” Amran menambahkan.

Ketua PAN Wajo itu meminta seluruh pihak membantu menyosialisasikan terkait bahaya dan upaya pencegahan pernikahan anak usia dini kepada masyarakat.

“Begitu pula kepada para mubaliq agar turut ambil bagian dalam upaya pencegahan pernikahan dini ini melalui dakwah,” katanya.

Olehnya, seluruh elemen masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam mencegah pernikahan dini di Bumi Lamaddukelleng.

Sebab, pernikahan dini banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Terkait data yang dirilis UNICEF, Wakil Bupati Wajo Amran membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, pihaknya menerima tim dari UNICEF dalam rangka pemaparan data terkait terkait kasus pernikahan dini di Wajo.

“Kami sangat prihatin atas tingginya kasus pernikahan dini di daerah ini, untuk itu selaku Wakil Bupati tentunya mendukung upaya Bupati Wajo untuk mendorong percepatan solusi penanganan pencegahan pernikahan dini,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved