Terungkap Alasan Sebenarnya Pemerintah Naikkan Harga Gas Elpiji, Pengusaha Warkop Rasakan Dampaknya

Pada November 2021 harganya mencapai US$ 847 per metrik ton, tertinggi sejak 2014 atau meningkat 57% sejak Januari 2021.

Editor: Ansar
TribunTimur.com/Abdiwan
Pihak Pertamina memantau stok gas LPG di pangkalan LPG di Toko Pka Purnamasari Jl Talasalapang Makassar, beberapa waktu lalu. Akhir tahun ini, Pertamina menaikkan harga gas elpiji nonsubsidi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah telah resmi menaikkan harga tabung gas khusus nonsubsidi.

Simak daftar harga terbaru gas elpiji nonsubsidi yang kini sedang berlaku di Indonesia.

PT Pertamina (persero) menaikkan harga gas elpiji nonsubsidi mulai Sabtu (25/12/2021).

Lantas berapa kisaran kenaikan harga gas elpiji terbaru itu?

Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading, Irto Ginting menyebutkan besaran penyesuaian harga elpiji nonsubsidi yang porsi konsumsi nasionalnya sebesar 7,5%.

"Berkisar antara Rp 1.600-Rp 2.600 per kilogram," ujar Irto Ginting kepada Kompas.com, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Owner Warkop Keluhkan Harga Gas Elpiji di Bulukumba Naik, Dulu Rp75 Ribu Sekarang Rp85 Ribu

Baca juga: Daftar Harga Terbaru Gas Elpiji Kenaikan Tembus Rp 2.600 Per Kilogram, Bandingkan di Negara Tetangga

Menurut dia, adanya perbedaan kenaikan harga elpiji nonsubsidi itu dimaksudkan untuk mendukung penyeragaman harga elpiji ke depannya serta menciptakan fairness harga antar daerah.

Irto menjelaskan, penyesuaian harga elpiji nonsubsidi untuk merespons tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) elpiji yang terus naik sepanjang 2021.

Pada November 2021 harganya mencapai US$ 847 per metrik ton, tertinggi sejak 2014 atau meningkat 57% sejak Januari 2021.

"Penyesuaian harga elpiji nonsubsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74% lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu," kata dia.

Ia menyebutkan, harga elpiji Pertamina masih kompetitif yakni sekitar Rp 11.500 per kilogram per 3 November dibandingkan Vietnam sekitar Rp 23.000 per kilogram.

Baca juga: Resmi Naik! Ini Daftar Harga Gas Elpiji Terbaru

Baca juga: Tabung Gas Elpiji 3 Kg Tidak Dijual Bebas Lagi Setelah Sistem Berubah Jadi Basis Orang, Mulai Kapan?

Kemudian Filipina Rp 26.000 per kilogram, dan Singapura sekitar Rp 31.000 per kilogram.

Ilustrasi Gas Elpiji
Ilustrasi Gas Elpiji (TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI)

"Untuk Malaysia dan Thailand harga elpiji memang relatif rendah karena adanya subsidi dari pemerintah masing-masing," imbuh Irto.

Di sisi lain, ia menekankan untuk elpiji subsidi 3 kilogram yang secara konsumsi nasional mencapai 92,5 persen tidak mengalami penyesuaian harga.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved