Breaking News:

Pendidikan Vokasi di Sulsel

OPINI WR IV Unimerz Dr Hairuddin K: Renungan Akhir Tahun Menyongsong Masa Depan Pendidikan Vokasi

Pendidikan vokasi seringkali dianggap sebelah mata dibandingkan dengan pendidikan akademik. 

Dok Pribadi
Dr Hairuddin K SS SKM MKes, Wakil Rektor IV Unimerz 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pendidikan vokasi seringkali dianggap sebelah mata dibandingkan dengan pendidikan akademik. 

Sehingga orang tua lebih memprioritaskan pendidikan akademik dibanding pendidikan vokasi

Stigma tersebut antara lain ; 1) Stigma bahwa idealnya pendidikan tinggi haruslah sarjana (S1) dan pendidikan vokasi tidak menawarkan hal tersebut. Pendidikan vokasi dianggap pendidikan  yang tanggung. 2) Stigma bahwa pendidikan vokasi tidak seprestius pendidikan akademik. Orang tua lebih memiliki kebanggaan menyekolahkan anaknya di pendidikan akademik. 3) Adanya stigma bahwa serapan pangsa kerja khususnya PNS lebih membutuhkan lulusan pendidikan akademik. 

Hal ini menyebabkan banyak pemuda kita memilih pendidikan akademik dibanding vokasi.

Ketiga stigma di atas mempengaruhi mindset pemuda untuk menempuh jalur pendidikan vokasi. Persepsi negatif terhadap pendidikan vokasi diperparah dengan pembangunan vokasi di tanah air yang cenderung tidak sesuai ekspektasi.  

Permasalahan ini membuat Presiden Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikarenakan kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) di Indonesia yang mengkuatirkan. 

Dari 301 BLK yang ada di tanah air, hanya 82 BLK atau sekitar 27% yang kondisinya tergolong baik. Bagaimanapun juga BLK adalah sarana melatih peningkatan kompetensi siswa dan mahasiswa vokasi. 

Revitalisasi infrastruktur pendidikan vokasi mutlak dibutuhkan.

Tantangan perkembangan industri mengharuskan pemerintah untuk membuat kebijakan untuk memodernisasi pendidikan vokasi di Indonesia. 

Salah satu program pemerintah khususnya kementerian tenaga kerja adalah V-Factor Indonesia. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved