Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tahun Baru 2022

Perayaan Malam Tahun Baru di Makassar Dilarang, Anjungan Pantai Losari Ditutup!

Pemkot Makassar akan menutup Anjungan Pantai Losari di Makassar, Sulsel, pada malam Tahun Baru, Jumat (31/12/2021) hingga Sabtu (1/1/2022).

Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ini adalah foto perbandingan malam pergantian tahun 2020 ke 2021 di Pantai Losari, Makassar, Sulsel. Foto diambil dari lokasi yang sama. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemkot Makassar akan menutup Anjungan Pantai Losari di Makassar, Sulsel, pada malam Tahun Baru, Jumat (31/12/2021) hingga Sabtu (1/1/2022).

Segala aktivitas di Anjungan Pantai Losari akan ditiadakan dan dilarang.

Hal ini guna mencegah timbulnya kerumunan yang berpotensi menjadi medium penyebaran Covid-19.

Demikian disampaikan Kepala UPT Anjungan Pantai Losari, Nurul Akbar Nur kepada Tribun-Timur.com, Selasa (28/12/2021).

"Penutupan ini sesuai dengan perintah yang termaktub dalam Surat Edaran Wali Kota Makassar No 443.01/669/ S.Edar/ Kesbangpol/ XII/2021 tanggal 15 Desember 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022," kata Nurul Akbar Nur.

Jelang penerapan kebijakan ini, UPT Anjungan Pantai Losari telah mengumpulkan seluruh pedagang di Pantai Losari guna sosialisiasi.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdan Pomanto atau Danny Pomanto menegaskan jika euforia perayaan malam Tahun Baru dilarang di Makassar.

Pada Natal dan Tahun Baru kali ini tidak ada konvoi, tak ada pesta kembang api, dan berbagai kegiatan lain yang bisa mendatangkan kerumunan.

Masyarakat diimbau untuk melakukan Tahun Baru di rumah masing-masing bersama keluarga.

“Makassar sendiri akan segera berbenah termasuk mempercepat vaksinasi. Pencegahan penyebaran omicron, pertegas penegakan prokes dan tidak melakukan kerumunan. Sehingga Natal dan tahun baru ditiadakan dan dilaksanakan di masing-masing rumah saja,” kata Danny Pomanto, Kamis (16/12/2021).

Pemkot Makassar disebutkan tidak mau kebobolan dengan momentum yang bisa mendatangkan banyak kerumunan tersebut.

Sehingga menurutnya upaya pencegahan harus dilakukan sejak awal sebelum terjadi ledakan atau gelombang ketiga Covid-19.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved