Breaking News:

Tribun Bulukumba

Owner Warkop Keluhkan Harga Gas Elpiji di Bulukumba Naik, Dulu Rp75 Ribu Sekarang Rp85 Ribu

Itu dikeluhkan oleh warga di kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi itu, seperti salah satunya para pelaku usaha.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Saldy Irawan
Dok Pertamina
Petugas pertamina tengah mengatur Bright Gas untuk disalurkan ke Pangkalan hingga Agen. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Harga gas elpiji, di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami kenaikan.

Itu dikeluhkan oleh warga di kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi itu, seperti salah satunya para pelaku usaha.

Kenaikan harga elpiji non subsidi itu dilakukan oleh Pertamina, Minggu (26/12/2021).

Salah satunya dikeluhkan oleh pengusaha Warung Kopi (Warkop) Muhammad Asri, Rabu (29/12/2021).

Menurutnya, selama ini usaha warkopnya menggunakan tabung elpiji nonsubsidi 5,5 kilogram.

Dulu dibeli dengan harga Rp75 ribu, kini harganya naik menjadi Rp85 ribu.

Kenaikan harga elpiji nonsubsidi tersebut, berpengaruh terhadap penghasilan di warkopnya.

"Kita sebenarnya dilema, mau kasi naik juga harga kopi takutnya pelanggan mengeluh untung baik kalau tidak pindah warkop," jelasnya.

"Tapi kalau tidak dikasi naik harganya kami yang kewalahan," tambahnya.

H Asis, pemilik PT Asriani Madani Utama, yang merupakan salah satu agen elpiji di Kabupaten Bulukumba, membenarkan kabar kenaikan harga tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved