Breaking News:

Opini Tribun Timur

Barangkali Kita Lupa Gus Dur

Presiden Kyai yang wafat 12 tahun silam pernah mengangkat martabat pesantren itu banyak meneladankan bagaimana tradisi pesantren

Editor: Sudirman
Barangkali Kita Lupa Gus Dur
Tribun Timur
Abdul Karim, Majelis Demokrasi & Humaniora Sulsel.

Oleh: Abdul Karim

Majelis Demokrasi & Humaniora

Barangkali bangsa ini telah melupakan Gus Dur.

Presiden Kyai yang wafat 12 tahun silam pernah mengangkat martabat pesantren itu banyak meneladankan bagaimana tradisi pesantren seharusnya bergerak dinegeri ini.

Pesantren memanglah sebuah unit pendidikan kuno dinegeri ini, tetapi itu tak lantas berarti pesantren harus dikelola dengan cara-cara jahiliyah--sebagiamana HW (35) melakukannya.

Ia seorang guru atau ustadz di salah satu yayasan di Kota Bandung. Ia diduga memperkosa dan menghamili belasan santrinya.

Diwartakan beberapa diantaranya hamil dan melahirkan anak. Lalu banyak yang memberi klarifikasi bahwa itu bukanlah pesantren. Apapun itu, perilaku itu sungguh Jahiliyah.

Padahal, pesantren bagi Gus Dur dihadirkan untuk merespon situasi dan kondisi suatu masyarakat yang dihadapkan pada runtuhnya sendi-sendi moral.

Dengan begitu, pesantren sesungguhnya adalah penjaga moral ditengah masyarakat yang sedang rusak.

Sayangnya dalam konteks HW diatas, pesantren tak tampak sebagai penjaga moral. Ia malah tampak sebagai penjaja kejahatan. Watak kebinatangannya begitu dominan.

Tetapi moral yang baik memang begitu langka. Moral yang baik, kini tergantikan oleh moral binatang. Ruang-ruang kesucian kini terkontaminasi dengan kebusukan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved