Breaking News:

Citizen Reporter

SD Negeri 4 Carawali Sidrap Pameran Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

SD Negeri 4 Carawali di Desa Carawali, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap dilakukan setiap pekan dalam mendukung sekolah ini sebagai Sekolah

Penulis: CitizenReporter | Editor: Edi Sumardi
CITIZEN REPORTER/SYAHRIBULAN PALEMMAI
Murid SD Negeri 4 Carawali di Desa Carawali, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulsel main kecapi pada saat pameran sekaligus hari penerimaan rapor sekolah, Jumat (24/12/2021). 

Syahribulan Palemmai

TAPM Kabupaten Sidenreng Rappang ( Sidrap )

Melaporkan dari Sidrap, Sulsel

PEMBUATAN karya kreasi murid SD Negeri 4 Carawali di Desa Carawali, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap dilakukan setiap pekan dalam mendukung sekolah ini sebagai Sekolah Penggerak Pelajar Pancasila.

Pembuatan karya dilakukan secara mandiri oleh murid, mulai dari kelas I hingga kelas VI, dimana bahan-bahannya bersumber dari wilayah sekitar, seperti botol-botol plastik, karton, pembuatan sapu lidi, dll.

Kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan kreasi, inovasi anak-anak, dan kecintaan terhadap lingkungan terutama saat menggunakan sampah untuk bisa memiliki nilai seni dan berdaya guna.

Karya-karya ini oleh pihak sekolah pada hari penerimaan rapor sekolah, Jumat (24/12/2021) juga membuat pameran karya dengan mengundang semua orang tua murid dan pihak lain untuk melihat hasilnya selama ini.

Berikut dapat dibeli sebagai apresiasi karya anak-anaknya yang ada pada stan setiap kelas.

Dalam mendukung pameran kreasi anak, dirangkaikan dengan aksi proses pembelajaran di bidang seni dan keagamaan melalui pembacaan puisi, pemilihan dai cilik, anak bercerita, main kecapi, dan membaca surah-surah pendek Al Quran.

Menurut Kepala Desa SD 4 Carawali, Arifin SPd MSi, selain orang tua dapat menerima rapor anaknya-anaknya, juga dapat menyaksikan aksi nyata hasil karya anak-anak kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sejak September 2021.

Pelajar Pancasila memiliki dimensi, yakni beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjalan mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bermandat kritis, dan mandiri.

Mudah-mudahan kegiatan ini memberi dampak dan pengaruh baik terhadap kreativitas anak-anak untuk terus berkarya dan menjaga lingkungan mereka baik di sekolah maupun setelah kembali di rumah masing-masing.

Pada kegiatan ini, murid perempuan menggunakan pakaian kebaya dalam rangka Hari Ibu dan Ibu Tani, sedangkan laki-lagi berperan sebagai petani.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved