Breaking News:

Tribun Makassar

Banyak Lansia Tak Penuhi Syarat Vaksinasi Gegara Hipertensi, Danny Pomanto: Kebanyakan Makan Coto

Danny membeberkan, rerata tekanan darah para lansia mencapai 180 mmHg. Ia kemudian berasumsi, bahwa lansia di Makassar terlalu banyak makan coto.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muhammad Fadhly Ali
tribun-timur/siti aminah
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. (Siti Aminah)   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyebut banyak masyarakat lanjut usia alias lansia yang tidak memenuhi syarat untuk divaksin.

Salah satu faktornya yakni mereka mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Danny membeberkan, rerata tekanan darah para lansia mencapai 180 mmHg.

Ia kemudian berasumsi, bahwa lansia di Makassar terlalu banyak makan coto.

"Ternyata tensi di atas 180 semua, lansia Makassar kan banyak makan coto," ucap Danny Pomanto usai rapat koordinasi virtual bersama Forkopimda Makassar dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Lantai 10 Kantor Balai Kota Makassar, Senin (271/12/2021).

Danny mengatakan, sangat sulit mencari lansia untuk divaksin, karena itu, progresnya tak berjalan signifikan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Nursaidah Sirajuddin mengatakan, sejauh ini, capaian vaksinasi lansia di Makassar baru 43 persen.

Padahal Pemerintah Pusat menginstruksi target vaksinasi lansia capai 60 persen.

Apalagi, itu menjadi salah satu syarat untuk menjalankan vaksinasi anank.

Artinya, Makassar masih harus mengejar angka 17 persen vaksinasi lansia, sebab progresnya kini baru 43 persen lebih.

Ida mengakui, sangat susah melibatkan lansia untuk berpartisipasi dalam vaksinasi ini.

Berbagai program telah dijalankan, mulai dari vaksinasi massal, vaksinasi 100 RT satu hari 100 persen (100.1.100).

Belum lagi vaksinasi door to door, vaksinasi yang diwajibkan bagi ASN dan Honorer untuk membawa enam orang warga yang belum vaksin, hingga deretan program lainnya.

"Walaupun kemarin kita sudah turun vaksinasi mobile 100.1.100, tetapi masih banyak juga lansia yang enggan untuk datang. Jadi kita turun untuk edukasi," sebutnya.

Beberapa faktor yang menyebabkan lansia ogah divaksin,  yakni karena faktor keluarganya yang melarang dan faktor dari orangtua itu sendiri tidak mau divaksin. 

"Jangan sampai mereka yang tidak mau divaksin itu yang masih minim pengetahuan tentang vaksinasinya," pungkasnya.(Tribun-Timur.com)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved