Breaking News:

Bupati Pangkep Yusran Lologau, Andi Amanna Gappa Bahas Perampungan Rel Kereta Api Makassar-Parepare

Sangat disayangkan ketika daerah lain seperti Barru dan Maros sudah tuntas tapi di Pangkep harus terhambat sekitar 1,3 Km tersebut.

Tribun Timur
Kepala Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel Andi Amanna Gappa dan Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lologau 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Kepala Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel Andi Amanna Gappa dan Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lologau sepakat menempuh sejumlah langkah untuk mempercepat proyek pengerjaan rel kereta Api Makassar-Parepare (Makpar).

Kesepakatan ini tercapai saat keduanya menikmati makan siang bersama di kediaman mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Jl Maipa 15, Jumat (24/12/2021).

Pekerjaan rel kereta api Makpar sepanjang 130 kilometer lebih saat ini seolah tersandera oleh pembebasan lahan di wilayah Kecamatan Bungoro, kelurahan Sapanang-Pa'bundukang, Pangkep.

Di dua wilayah ini, masih tersisa lahan rel yang terkendala pembebasan sekitar 1,3 kilometer.

Sangat disayangkan ketika daerah lain seperti Barru dan Maros sudah tuntas tapi di Pangkep harus terhambat sekitar 1,3 Km tersebut.

"Insyaallah, Pemkab Pangkep akan menempuh segala upaya agar ada jalan keluar dari persoalan lahan tersebut," kata Yusran Lologau seperti rilis diterima Tribun Timur, Jumat.

Yusran mengapresiasi inisiatif Kepala BPKA yang sudah menyodorkan sejumlah alternatif penyelesaian.

"Dan memang sudah menjadi komitmen kami untuk bisa ikut mendorong penyelesaian pembebasan itu," tegas Yusran lagi.

Kepala BPKA mendorong upaya komunikasi persuasif dan pembentukan Tim Join of Inspection dalam rangka memitigasi dampak pembangunan jalur KA.

Kabalai juga menyinggung benefit multiplier effect yang akan dituai masyarakat setempat setelah pengoperasian berjalan. Mulai dari manfaat ekonomis, sosial dan lainnya.

"Saya sangat mengapresiasi setelah mendengar langsung komitmen Bupati Pangkep yang tidak akan tinggal diam jika wilayahnya menjadi kendala percepatan pengerjaan rel kereta api ini," tegas mantan Kabalai BPKA Sumsel ini.

Selain dari pemerintah daerah setempat yang dilalui jalur KA, dukungan moril dan strategis dari Pangdam Hasanuddin dan jajarannya, Kapolda Sulsel dan jajarannya.

Serta sejumlah tokoh masyarakat menjadi energi positif bagi BPKA untuk mengejar target pengoperasian kereta api di tahun 2022.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved