Breaking News:

Liga 3 Zona Sulsel

Kok Bisa, Pelatih Gasta Syamsul Chaeruddin Diganjar Kartu Merah? Ini Pembelaan Eks Kapten PSM

Syamsul Chaeruddin mengaku, protes dilayangkan kepada wasit lantaran kepemimpinan yang  berpihak ke tuan rumah.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Pelatih Gasta Takalar, Syamsul Chaeruddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelatih Gasta Takalar, Syamsul Bachri Chaeruddin angkat bicara terkait kartu merah diterima.

Eks pemain PSM Makassar ini diusir dari lapangan oleh wasit ketika pertandingan Gasta Takalar meladeni permainan tuan rumah, Gasma Enrekang.

Laga digelar di Stadion Bumi Massenrempulu, Kabupaten  Enrekang, Kamis (23/12/2021) sore berakhir dengan skor 2-1 bagi Gasma Enrekang.

Syamsul Chaeruddin mengaku, protes dilayangkan kepada wasit lantaran kepemimpinan yang  berpihak ke tuan rumah.

Banyak, keputusan diambil sang pengadil merugikan timnya.

"Beberapa keganjalan wasit, parah sekali. Saya protes  justru  diberi kartu merah," katanya melalui sambungan telepon, Kamis (23/12/2021).

Pemain Gasta Takalar dijatuhkan di kotak penalti Gasma Enrekang. Namun, sang pengadil lapangan tak menunjuk sebagai pelanggaran.

Justru ketika pemain Gasma Takalar terjatuh, wasit tanpa ragu meniup pluit. Bahkan sampai mengeluarkan kartu.

Tak hanya Syamsul Chaeruddin mendapatkan kartu merah, asisten pelatihnya serta satu pemain juga harus dikeluarkan dari lapangan.

Penyebab, pelanggaran yang dinilai keras dan protes berlebihan.

Syamsul Chaeruddin menuturkan, timnya menerima kekalahan asal kualitas lawan lebih bagus dan pertandingan berlangsung fair play.

Sebab, tim yang mewakili ke kancah nasional harus punya kualitas bagus, karena bawa nama Sulsel.

Tak hanya itu, mental pemain bisa saja terganggu lantaran melakukan persiapan tiga bulan, tapi dalam pertandingan justru dicurangi oleh wasit.

Semangat pemain bisa yang menurun karena beranggapan negatif dengan kondisi persepakbolaan.

"Dampaknya mental ke pemain muda. Semangat pemain turun karena beranggapan bermain sepak bola seperti ini. Pembinaan sepak bola pun akan terganggu," pungkasnya.(Tribun-Timur.com)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved