Tribun Selayar

Siapa Iptu Asfada? Jauh-jauh ke Selayar Hilangkan Trauma Anak di Sana Pascagempa 7,4 Magnitudo

Personel Polres Pelabuhan Makassar yang dipimpin Kasat Samapta Iptu Asfada, tampak memberikan trauma healing kepada anak-anak pengungsi.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Dok Pribadi
Kasat Samapta Polres Pelabuhan Makassar Iptu Asfada, saat menggelar trauma healing posko induk di Kecamatan Pasilambena, Selayar, Selasa (21/12/2021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah anak korban terdampak gempa di Kabupaten Kepulauan Selayar menjalani trauma healing.

Seperti yang digelar personel Polres Pelabuhan Makassar di Posko Induk Kecamatan Pasilambena, Selasa (21/12/2021) sore.

Baca juga: 16.593 Warga Selayar Masih Mengungsi, Kok Presiden Hanya Kirim 1.000 Peket Batuan Korban Gempa?

Baca juga: Peduli Korban Gempa Selayar, PMI Makassar Terima Donasi Rp10 Juta dari Mupel GPIB Sulselbara

Baca juga: Warga Pulau Bonerate Selayar Terharu Kala Plt Gubernur Sulsel Tinjau Wilayah Terdampak Gempa

Personel Polres Pelabuhan Makassar yang dipimpin Kasat Samapta Iptu Asfada, tampak memberikan trauma healing kepada anak-anak pengungsi.

Trauma healing yang digelar dengan mengajak para anak bermain dengan kuis berhadiah.

Selain itu, para anak juga diajak menulis tentang perasaannya saat ini.

"Adapun kegiatan trauma healing adalah mengajak menuliskan perasaan saat ini dan bercerita dengan menggunakan boneka," kata Iptu Asfada kepada Tribun-Timur.com.

"Kita juga mengajak mereka bermain serta senam bersama untuk hiburan terhadap anak," sambungnya.

Baca juga: Bareng Pangdam dan Kapolda, Plt Gubernur Sulsel Tinjau Bonerate Selayar Terdampak Gempa dengan Motor

Baca juga: Andi Sudirman Sulaiman Pakai Helikopter Kunjungi Wilayah Terdampak Gempa di Selayar

Baca juga: Pemprov Kembali Kirimkan Bantuan Logistik Korban Gempa di Selayar untuk Warga Pulau Terdampak

Seperti diketahui sejumlah warga Kabupaten Kepulauan Selayar, masih bertahan di tenda-tenda pengungsian akibat gempa 7,4 Magnitudo di Laut Flores, Selasa pekan lalu.

Khusus di Kecamatan Pasilambena, lanjut Asfada, masih terdapat ribuan warga yang mengungsi.

"Data terakhir di posko kecamatan yang terpusat khusus Kecamatan Pasilambena ini masih ada 6.400 jiwa yang mengungsi," ungkapnya.

Pasilambena adalah kecamatan yang merupakan pulau terluar Kabupaten Selayar.

Kecamatan itu berpenduduk 8.060 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 2.168 KK.

Rumah rusak berat akibat gempa sebanyak 154 unit. Sedangkan rusak ringan sebanyak 235 unit.

Korban luka, sebanyak 58 orang. Terdiri dari 10 orang luka berat, 35 luka ringan dan 13 luka sedang.

Selain itu, juga terdapat seorang yang kakek berusia 70 tahun yang meninggal dunia.

Kehadiran Asfada di Selayar yang merupakan tanah kelahirannya, untuk menyalurkan bantuan dua ton beras dan ratusan paket sembako.

Bantuan itu dibawa melalui jalur laut dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jumat pekan lalu.

Ia tiba di Pelabuhan Selayar, Ke esokan harinya, Sabtu dan tiba di Pasilambena setelah 18 jam menumpangi kapal dari Pelabuhan Selayar.(TribunSelayar.com)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved